Diabetes Melitus Tipe 2 dan Mereka yang Berisiko Kena Diabetes

Diposting pada
Terima Kasih untuk Berbagi

DIABETES melitus tipe 2 – Sebagian besar penderita diabetes adalah diabetes melitus tipe 2. Bahkan, jumlah penderita diabetes jenis ini mencapai 95% dari semua penderita sakit diabetes. Selebihnya, 5% adalah penderita penyakit diabetes melitus tipe 1.

Diabetes melitus tipe 2 terjadi karena jumlah insulin sangat sedikit sehingga tidak mencukupi kebutuhan untuk  mengontrol jumlah gula darah (glukosa) yang masuk ke sel-sel tubuh. Atau disebabkan oleh kondisi insulin yang tidak bisa digunakan (resistensi insulin). Kondisi ini membuat kadar gula dalam tubuh cukup tinggi.

Sayangnya, kebanyakan orang tidak menyadari adanya gejala sakit diabetes yang menggerogi kesehatannya. Mereka tidak pernah memeriksakan kadar gula darahnya. Mereka mengetahui adanya penyakit diabetes setelah penyakitnya parah. Ini membuat pengobatannya tidak mudah. Akibatnya, tidak sedikit jiwa mereka tidak bisa diselamatkan.

Jumlah penderita diabetes di Indonesia diperkirakan mencapai 9 jutaan dengan rentang usia 20 – 79 tahun.

Mereka yang Berisiko Tinggi Kena Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2 

Pertanyaannya, siapa saja yang berisiko atau bisa kena penyakit diabetes? Supaya bebas dari risiko kena penyakit diabetes,  sebaiknya Anda selalu menjalani hidup sehat dengan menghindari konsumsi makanan penyebab terjadinya sakit diabetes.

Sebagian besar penyebab penyakit diabetes adalah faktor makanan. Yakni, suka mengonsumsi makanan penyebab sakit diabetes. Jika Anda ingin gula darah selalu normal, maka hindari konsumsi makanan penyebab diabetes.

Sebaliknya, Anda harus banyak mengonsumsi makanan penurun diabetes (gula darah). Selain itu, juga harus melakukan olahraga secara rutin atau melakukan banyak gerak.

Anda juga harus menjauhi risiko terkena diabetes. Beberapa orang yang punya risiko tinggi terkena diabetes melitus tipe 2 adalah:

1. Badan gemuk.

Hati-hati Anda yang punya badan gemuk (berat badan tinggi). Anda berisiko bisa kena penyakit diabetes. Anda sebaiknya berusaha menurunkan berat badan menjadi berat badan ideal.

Banyak cara bisa Anda lakukan untuk mengurangi berat badan. Misalnya, mengurangi porsi makan, mengurangi makanan penyebab kegemukan, sering berolahraga, dsb.

2. Banyak Lemak dalam Tubuh

Jika Anda punya perut buncit, pinggul, bokong, paha dan betis besar, Anda harus mengecilkannya. Banyak lemak tersimpan di dalam organ tubuh bisa menjadi penyebab sakit diabetes atau sakit gula.

Banyak cara bisa Anda lakukan untuk menurunkan berbagai anggota tubuh yang menyimpan banyak lemak. Jika lemak tidak diturunkan, Anda akan mudah kena penyakit. Salah satunya penyakit diabetes.

3. Tubuh Kurang Gerak

Tubuh kurang gerak juga bisa menyebabkan terjadinya risiko kena penyakit diabetes. Aktivitas fisik bisa membakar banyak lemak dan menurunkan berat badan. Ketika duduk bekerja, misalnya, Anda perlu berdiri sesaat tiap dua jam sekali. Anda jalan mengelilingi tempat duduk.

Anda bisa bergerak dengan melakukan senam, bersih-bersih rumah, menyapu lantai, berkebun atau melakukan aktivitas-aktivitas yang bisa membuat badan banyak gerak dan berkeringat. Ya, sebentar-sebentar tubuh bergerak sehingga risiko kena diabetes bisa dihindari.

4. Usia Lebih dari 45 Tahun

Usia 45 tahun ke atas membuat Anda bisa terkena diabetes melitus tipe 2. Penyebabnya antara lain kurang gerak, kehilangan massa otot dan berat badan bertambah. Tetapi, diabetes tipe 2 juga bisa dialami oleh mereka yang berusia di bawah 45 tahun, termasuk anak-anak dan remaja.

5. Prediabetes

Sama seperti darah tinggi, dalam masalah penyakit diabetes juga ada masa pre sebelum benar-benar menderita diabetes. Jika Anda telah berada pada posisi pre-diabetes, maka Anda harus berusaha keras menurunkan kadar gula darah Anda  menjadi gula darah normal.

Jika Anda sudah kena diabetes, penyembuhannya tidak mudah. Selain itu, Anda akan menghadapi masa yang sangat berat melawan diabetes. Jika punya luka sulit disembuhkan. Bahkan, tidak sedikit yang anggota tubuhnya punya luka harus dipotong supaya penyakit tidak menyebar lebih luas.

6. Kena Diabetes Ketika Hamil

Bunda yang ketika hamil menderita diabetes juga berisiko menderita diabetes melitus tipe 2 beberapa tahun kemudian setelah melahirkan bayinya. Walau saat melahirkan, penyakit diabetes hilang secara otomatis.

Tetapi, penyakit diabetes nantinya bisa muncul kembali beberapa waktu setelah melahirkan. Tidak hanya Bunda, bayi Anda juga bisa kena diabetes jika lahir dengan berat badan lebih dari 4 kg.

Periksa Gula Darah, Cara Menghindari Diabetes

Sebaiknya Anda menghindari risiko kena penyakit diabetes melitus tipe 2 seperti disebutkan di atas. Dengan cara itu, Anda bisa terhindar dari kemungkinan kena penyakit gula darah.

Ya, sekali lagi jangan anggap sepele penyakit diabetes. Lakukan olahraga secara rutin, hindari makanan penyebab diabetes dan makanan pemicu terjadinya penyakit diabetes melitus tipe 2.

Tentu saja, yang tidak boleh dilupakan adalah periksa gula darah 3 tahun sekali. Ini adalah cara menghindari diabetes yang sangat tepat. Dari hasil pemeriksaan darah, Anda bisa tahu persis kadar gula darah Anda.

Apalagi jika usia telah lebih dari 45 tahun. Anda harus mengetahui dengan pasti berapa kadar gula darah Anda. Sehat atau tidak sehat. Tinggi, normal atau rendah.

Jangan tidak pernah periksa gula darah karena merasa selalu sehat. Banyak orang menderita diabetes karena sebelumnya tidak pernah periksa/cek gula darah.

Mereka selalu merasa sehat. Padahal diabetes sudah menggerogoti kesehatannya sejak beberapa tahun sebelumnya. Ya, mengenali gejala penyakit diabetes pada stadium awal memang tidak mudah. Cara termudah adalah cek kadar gula darah di laboratorium dan selalu menjaga kesehatan.

Demikian artikel mengenai Diabetes Melitus Tipe 2 dan Mereka yang Berisiko Kena Diabetes. Semoga bermanfaat.