Mengonsumsi Pemanis Buatan, Penderita Diabetes Tetap Sehat

Diposting pada
Terima Kasih untuk Berbagi

ANDA sebaiknya mengonsumsi pemanis buatan biar diabetesnya tidak naik. Pemanis buatan seperti gula stevia tidak mengandung kalori sehingga aman bagi penderita diabetes. Ada beberapa pemanis buatan lainnya yang bisa Anda pilih supaya tetap sehat.

Ya, sejak sekarang tinggalkan konsumsi gula pasir yang dibuat dari tebu (sukrosa), baik gula pasir putih atau cokelat. Sebab, kandungan gulanya tinggi.

Anda yang belum mengenal gula stevia tidak perlu bingung. Banyak tempat menjual gula jenis ini. Baik di toko atau swalayan atau di toko online. Harganya pun bervariasi sehingga Anda punya pilihan. Harga di bawah 100 ribu rupiah juga tersedia.

Tetapi, jika harga itu Anda anggap terlalu mahal, ya Anda bisa membuat sendiri ramuan daun stevia untuk menyembuhkan penyakit diabetes. Baik dengan menanam sendiri tanaman stevia atau Anda membeli daun stevia kering dan Anda tinggal menyeduhnya seperti membuat minuman teh.

Produsen gula stevia memang tidak hanya satu. Anda bisa memilih gula stevia merek apa dan harga berapa. Umumnya gula stevia dijual dengan harga murah. Ada juga yang dijual di atas Rp 100.000, tetapi itu dalam paket yang lebih besar. Ya, harga tergantung pada kualitas dan isinya.

Gula stevia merupakan pemanis alami. Dibuat dari tanaman stevia ebaudiana. Daun stevia mengandung bahan pemanis steviol glikosida. Banyak masyarakat di Amerika dan Asia yang sudah sangat lama menggunakan tanaman obat ini untuk bahan pemanis.

Manisnya mengalahkan gula pasir yang biasa kita nikmati. Bahkan, rasa manis bisa berlipat-lipat dibandingkan dengan gula biasa. Bisa mencapai 200 – 300 kali daripada rasa manis gula biasa.

Walaupun rasanya sangat manis, tetapi tumbuhan stevia tidak mengandung kalori. Gula stevia bisa diserap oleh tubuh dengan mudah dan limbahnya dibuang dengan cepat dalam bentuk air seni dan kotoran.

Baca: 35 Makanan Bisa Dikonsumsi untuk Menurunkan Diabetes

pemanis buatan
tanaman stevia (foto:herb.lovetoknow.com)

Cara Mengonsumsi Pemanis Buatan dalam Kehidupan Sehari-hari

Bagaimana cara mengonsumsi gula stevia setiap hari? Caranya mudah. Bisa untuk pemanis saat membuat minuman teh, minuman kopi, air limun, jus, dsb. Anda bisa tuangkan sedikit gula stevia ke dalamnya.

Ya, sedikit saja. Karena rasa manisnya berlipat-lipat dibandingkan dengan rasa gula pasir atau gula dari tebu. Anda juga bisa menggunakan gula stevia untuk pemanis ketika membuat kue atau makanan lainnya.

Meskipun rasanya lebih manis berlipat-lipat dibandingkan dengan gula pasir, pada gula stevia ada sensasi rasa getir setelah Anda mengonsumsinya.

Batasan penggunaannya adalah 4 kali dari berat badan Anda. Misalnya berat badan Anda 55 kg, maka Anda boleh mengonsumsi gula stevia 4 X 55 kg atau 220 mg per hari. Anda tidak boleh mengonsumsi lebih dari angka 220 mg/ hari.

Berikut ini beberapa produk yang dibuat dengan menggunakan tanaman stevia, khususnya daun stevia. Beberapa produk gula stevia adalah:

1. Gula Stevia Sugarleaf Pemanis Rendah Kalori Aman untuk Diabetes, harga Rp 109.000.

2. Stevia Pengganti Gula, kalori nol, karbohidrat nol, kadar gula nol, lemak nol, harga Rp 75.000

3. Stevigrow Stevia Sugar dari ekstrak daun stevia. Harga Rp 92.000

4. Health Paradise – Green Leaf Stevia berupa bubuk. Dibuat dari daun stevia kering lalu diblender. Harganya adalah Rp 88.000

5. Sweet Slim Green Coffee Pelangsing Kopi Hijau Diet Dengan Gula Stevia untuk diet pelangsing, harga Rp 150.000

6. Stevia Sweetener Botol 15 Gr/Gula Stevia/Gula Diabetes/Pemanis Alami , produknya berupa bubuk yang bisa ditaburkan pada minuman yang telah Anda saipakn. Harganya Rp 104.000

7. Daun Stevia Kering. Anda juga bisa membeli daun stevisa kering. Ada perbungkus seberat 1 kg, ada per bungkus 0,5 kg, dsb. Harganya juga tidak mahal. Yakni dalam kisaran Rp 100 ribu untuk bungkus 1 kg. Jika bungkusan 0,5 kg, lebih murah lagi, yakni sekitar Rp 80.000.

Cara Menanam Tanaman Stevia dan Memanen Daunnya

Jika Anda ingin menanam sendiri tanaman stevia untuk pembuatan minuman manis tanpa gula pasir juga bisa. Penanamannya pun tidak sulit. Tiap dua bulan sekali Anda bisa memanen daun stevia. Panen daun stevia bisa dilakukan setelah tanaman berusia 40 – 60 hari. Lebih dari usia 60 hari, khasiat gula yang dihasilkan menurun.

Pemanenan daun tergantung kesuburan daun. Ya, menanam stevia juga memerlukan perawatan, pemupukan dan pemangkasan pucuk biar tanaman memiliki banyak cabang dan ranting sehingga mampu menghasilkan banyak daun yang rimbun.

Baca: 5 Cara Efektif Mencegah Diabetes pada Ibu Hamil

Produk Gula Rendah Kalori Lain yang Bisa Anda Konsumsi

Selain gula stevia, Anda juga bisa memilih gula buatan rendah kalori lainnya yang juga tidak menyebabkan diabetes. Setidaknya ada tiga produk gula rendah kalori yang tidak meningkatkan kadar gula darah Anda. Bahkan, juga tidak akan menyebabkan berat badan Anda naik.

Tetapi, hati-hati mengonsumsi tiga gula buatan di bawah ini. Meskipun dinyatakan aman dan menyehatkan, tetapi ada juga yang masih mempersoalkan keamanan dari produk gula buatan ini.Mereka menganggapnya sebagai pemanis buatan berbahaya.

Maka, hendaknya hati-hati mengonsumsi produk ini. Baca labelnya dan ikuti aturan pakainya.

1. Sukralosa

Gula atau pemanis buatan lainnya adalah sukralosa. Rasa manis dari gula buatan ini kira-kira 600 kali lebih manis dari gula biasa (gula dari bahan tebu). Hanya sedikit kandungan sukralosa yang diserap oleh tubuh. Oleh karena itu, Anda tidak perlu mengkhawarirkan efek buruk dari konsumsi gula buatan ini.

Kandungan kalorinya juga sangat rendah. Itulah sebabnya, pemanis buatan ini disebut non-nutritif. Banyak produk dari sukralosa ini dijual di toko-toko, offline atau online. Misalnya, Tropicana Slim. Perusahaan ini juga memproduksi gula dari daun stevia.

Tetapi, ada juga yang mengatakan bahwa sukralosa termasuk pemanis buatan berbahaya karena mengandung klorin. Yakni, salah satu zat kimia paling berbahaya. Ya, sebaiknya Anda berhati-hati. Jangan mengonsumsi berlebihan atau terus menerus.

2. Sakarin

Pelopor pembuatan pemanis buatan adalah gula sakarin. Sebab, produk ini sudah dimulai sejak satu abad yang lalu. Rasa dari produk Sakarin ini 300 – 500 lebih manis dari gula pasir dari tanaman tebu.

Biarpun mengonsumsi gula buatan ini bisa menurunkan gula darah atau diabetes, Anda tetap tidak boleh menggunakan bahan gula ini secara berlebihan. Ya, biar tidak ada efek samping yang justru merugikan kesehatan Anda.

Ini juga perlu hati-hati pemakaiannya. Sebab, dulu pernah ada yang menyatakan bahwa gula buatan ini bisa menyebabkan kanker kandung kemih.

Gula sakarin banyak digunakan untuk obat anak-anak. Misalnya untuk campuran sirup obat batuk, obat sakit kepala rasa permen, dsb. Ya, hati-hati saja. Jangan mengonsumsi terus-menerus.

3. Aspartame

Ada lagi pemanis buatan yang dijual luas di masyarakat, yakni aspartame/aspartam. Kandungan kalorinya juga sangat rendah dan bebas gula. Rasa manisnya 200 kali lebih dari gula biasa.

Meskipun demikian, BPOM tetap mengingatkan para penderita diabetes atau mereka yang berisiko diabetes tidak mengonsumsi aspartam berlebihan. Anda tetap harus berhati-hati. Konsumsi gula buatan jenis ini sedikit saja. Atau mengonsumsi 50 miligram per kilogram berat badan Anda.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyampaikan pesan seperti BPOM bahwa kita hendaknya hati-hati mengonsumsi gula buatan. Batasi konsumsinya dan tidak terus-menerus.

Baca: Benarkah Anda Masih Bebas dari Diabetes? Coba Cek Gejalanya

Demikian beberapa informasi mengenai pemanis buatan untuk kesehatan penderita diabetes. Pemanis buatan perlu untuk menggantikan konsumsi gula pasir yang kandungan gulanya tinggi. Pemanis buatan aman dikonsumsi oleh penderita diabetes, namun tetap tidak mengonsumsi terlalu banyak dan terlalu sering.