Terima Kasih untuk Berbagi

PENYEBAB penyakit diabetes melitus tipe 2. Anda perlu tahu apa saja penyebab diabetes melitus tipe 2. Dengan mengetahui penyebab diabetes, Anda bisa menghindarinya sehingga Anda tidak terkena penyakit kencing manis (diabetes) yang tergolong sebagai penyakit berat.

Penyakit diabetes memang terdiri dari beberapa jenis. Antara lain penyakit diabetes melitus tipe 2. Banyak orang sudah kena penyakit diabetes sampai beberapa tahun, tetapi mereka tidak tahu bahwa dirinya terkena sakit diabetes.

Mengapa? Karena mereka tidak pernah memeriksakan gula darahnya. Sebaiknya, Anda sejak dini memeriksakan gula darah di laboratorium kesehatan. Dengan cara ini, Anda bisa tahu apakah gula darah Anda normal, tinggi atau cenderung tinggi.

Dari data di Kementerian Kesehatan RI, jumlah penderita diabetes melitus tipe 2 adalah sekitar 12 juta orang. Usia terendah dari mereka adalah usia 15 tahun. Artinya, anak-anak usia 15 tahun juga bisa kena penyakit diabetes melitus 2.

Yang memprihatinkan, hanya 26% penderita yang terdiagnosis karena periksa dokter. Yang lainnya, 74% tidak menyadari bahwa diri mereka menderita diabetes.

Biasanya, mereka menyadari bahwa dirinya kena diabetes ketika penyakitnya sudah parah dan tentu saja penyembuhannya menjadi tidak mudah atau memakan waktu yang sangat lama.

penyebab penyakit diabetes melitus tipe 2
tes gula darah (foto:pengensehat.com)

Pentingnya Periksa Gula Darah Lebih Dini

Lain ceritanya kalau Anda periksa gula darah sejak dini. Artinya, Anda periksa gula darah bukan karena sakit tetapi ingin memastikan berapa kadar gula darah Anda. Apakah normal, cenderung tinggi atau sudah tinggi.

Jika diketahui gula darah Anda cenderung tinggi (di atas normal tetapi belum tinggi)) atau sudah tinggi, maka Anda harus menurunkannya. Dengan cara ini, gula darah Anda bisa kembali normal.

Tetapi, jika gula darah Anda sudah sangat tinggi dan sudah lama penyakit itu menjalar di tubuh Anda, maka penyembuhannya tidak mudah. Memerlukan waktu sangat lama dan usaha keras dari Anda.

Ada tiga jenis tes (periksa) gula darah yang sebaiknya Anda jalani. Yaitu:

  1. Tes gula darah puasa
  2. Tes gula darah 2 jam postprandial (PP)
  3. Tes gula darah sewaktu

Tes gula darah puasa, maksudnya tes itu dilakukan ketika Anda puasa. Sebelum diambil darahnya untuk diperiksa, Anda perlu puasa 8 jam. Biasanya dilakukan mulai malam hari. Lalu, pagi harinya bisa diperiksa darahnya.

Hasilnya, gula darah Anda normal apabila di bawah 100 mg/dl, prediabetes jika gula darah Anda: 100 -125 mg/dl, dan Anda telah menderita diabetes jika gula darah Anda 126 mg/dl atau lebih.

Tes gula darah 2 jam postprandial (PP), maksudnya tes gula darah dilakukan 2 jam setelah Anda tidak puasa atau setelah makan. Hasilnya, gula darah Anda normal jika di bawah 140 mg/dl. Jika gula darah Anda 140-199 mg/dl berarti prediabetes dan Anda sudah kena diabetes jika hasilnya 200 mg/dl atau lebih.

Tes gula darah sewaktu. Tes ini bisa dilakukan kapan saja. Tidak perlu puasa. Tes ini dilakukan terhadap mereka yang sudah kena diabetes. Anda bisa mengukur gula darah Anda sendiri menggunakan alat pengukur gula darah digital. Jika hasilnya di bawah 200 mg/dl berarti gula darah Anda normal. Bila di atas 200 mg/dl berarti gula darah Anda tinggi.

Kini, bagaimana gula darah Anda? Normal atau tinggi? Jika belum pernah diperiksa, coba periksa. Bisa di puskesmas, rumah sakit atau klinik kesehatan.

Penyebab Terjadinya Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2

Untuk mencegah terjadinya penyakit diabetes melitus tipe 2, Anda perlu mengetahui penyebabnya. Yakni, penyebab diabetes melitus tipe 2.  Setelah tahu, Anda hindari penyebab penyakit diabetes. Maka, Anda akan bebas atau terhindar dari sakit diabetes.

Pertanyaannya sekarang adalah apa saja penyebab penyakit diabetes? Ada 7 macam penyebab berikut ini:

1. Badan Gemuk (Obesitas)

Badan gemuk bisa menyebabkan Anda menderita penyakit diabetes melitus tipe 2. Kegemukan biasanya akibat banyak lemak dalam tubuh. Ini bisa membuat insulin tidak bisa berfungsi dengan baik. Dengan insulin, sesungguhnya gula darah bisa dibawa ke sel-sel untuk diubah menjadi energi.

2. Hormon Insulin Tidak Bisa Berfungsi Normal

Sering terjadi kadar gula darah dalam tubuh sangat banyak akibat konsumsi makanan dengan kadar gula tinggi yang melebihi kebutuhan. Tingginya jumlah kadar gula darah bisa menyebabkan insulin tidak cukup mampu untuk membawa semua gula darah ke sel-sel tubuh untuk diproses menjadi energi.

3. Gerak Fisik Sangat Kurang

Rajin berolahraga sangat penting supaya Anda terhindar dari penyakit diabetes. Apalagi badan gemuk ditambah tidak pernah berolahraga sangat potensial berisiko kena penyakit diabetes (gula darah tinggi).

Anda tidak perlu melakukan olahraga berat. Berbagai olahraga ringan bisa Anda pilih sehingga Anda bisa terhindar dari penyakit diabetes melitus. Jalan kaki, jogging, senam, yoga, renang, dan berkebun bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya penyakit diabates, khususnya penyakit diabates melitus tipe 2.

4. Gaya Hidup Buruk: Mengonsumsi Junkfood, Gorengan, dsb.

Gaya hidup yang buruk untuk kesehatan juga bisa menjadi pemicu berjangkitnya penyakit diabates melitus. Misalnya, suka mengkonsumsi makanan rendah gizi seperti junkfood, gorengan, cake kering dan cake basah, es krim, dan nasi putih.

5. Faktor Keturunan

Penyakit diabetes adakalanya terjadi akibat faktor keturunan. Misalnya, ayah atau ibu kena diabetes. Maka, anaknya bisa terkena diabetes melitus tipe 2. Atau saudaranya juga bisa kena diabetes. Tetapi, jika Anda selalu menjalani pola hidup sehat dan menghindari faktor pemicu sakit diabetes, Anda kemungkinan besar tidak akan kena penyakit diabetes.

6. Berusia 45 Tahun ke Atas

Usia 45 tahun ke atas juga lebih berisiko kena penyakit diabetes. Apalagi, bagi mereka yang berusia di atas 45 tahun dan berbadan gemuk (obesitas). Kedua faktor itu bisa menjadi penyebab seseorang terkena penyakit diabetes. Oleh karena itu, Anda berusia di atas 45 tahun perlu hati-hati biar tidak kena penyakit diabetes.

Meskipun tidak semua orang dengan kondisi seperti itu mudah kena penyakit diabetes. Hanya berpotensi kena diabetes sehingga harus hati-hati. Artinya, kalau tidak menjaga kesehatan tubuh, Anda bisa kena diabetes.

7. Pernah Kena Diabetes Ketika Hamil

Bunda yang pernah menderita diabetes ketika hamil juga berpotensi bisa kena penyakit diabetes melitus. Penyakit diabetes yang dialami ibu hamil dinamakan diabates gestasional. Penyakit diabetes saat hamil menghilang ketika Bunda telah melahirkan.

Tetapi, penyakit itu bisa menjadi penyebab penyakit diabetes yang sebenarnya. Biasanya, penyakit diabetes melitus itu muncul 2 tahun setelah kelahiran si kecil. Yang penting jika Bunda pernah kena diabetes ketika hamil, setelah bayinya lahir tetap harus hati-hati. Lakukan pola hidup sehat untuk mencegah terjadinya penyakit diabetes melitus tipe 2.

Demikian artikel mengenai Penyebab Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2. Semoga Anda semua bisa menjaga diri dan terhindar dari penyakit diabetes atau penyakit kencing manis.