6% Anak Sekolah Bisa Masuk Lagi – Ada Empat Syarat

Diposting pada

Tanpadiabetes.com-Berita – Anak-anak akan diizinkan masuk sekolah lagi pada bulan Juli 2020 mendatang. Tetapi tidak semua. Hanya 6 % anak sekolah bisa masuk lagi di seluruh sekolah di Indonesia. Yakni, sekolah yang berada di zona aman atau zona hijau dari virus corona (covid-19).

Hal itu disampaikan oleh Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo dalam rapat dengan Komisi X DPR-RI< Rabu, 17 Juni 2020 di gedung DPR RI Jakarta.

Tetapi, tambah Doni, orang tua diperbolehkan untuk tidak mengizinkan anaknya untuk masuk sekolah tatap muka apabila orang tua merasa siatuasinya belum aman.

Jadi, kata dia, hanya sekolah di zona hijau yang akan dibuka kembali sesuai arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Baca – Tidak Ada Siswa Kena Virus Corona, Sekolah Bisa Buka Lagi

Menurut Doni, tahun ajaran baru tetap dimulai pada Juli 2020. Selain sekolah di zona hijau, Sekolah Menengah Atas (SMA) juga diizinkan belajar mengajar tatap muka, meskipun tidak berada di zona hijau.

Sekolah di Zone Kuning, Oranye dan Merah Tetap Belajar di Rumah

masuk sekolah

pengaturan tempat duduk siswa SD pada new normal (foto:sekolahdasarnet)

Untuk penyelenggaraan sekolah dasar dan di bawahnya masih dilarang untuk belajar mengajar tatap muka. Aturan ini sesuai dengan petunjuk Presiden Joko Widodo agar pembukaan kembali aktivitas pendidikan dilakukan dengan hati-hati.

“Sekolah dasar dan pendidikan lebih rendah belum bisa dimulai. Masih harus menunggu waktu yang tepat,” kata Doni.

Bagaimana dengan sekolahan yang berada di Zona Kuning, oranye dan merah? Sekolah yang berada di ketiga zona itu tetap belajar dari rumah.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memperkenalkan konsep Kampus Merdeka.

Baca – Cara Mencegah Covid-19, Jangan Pegang Benda di Tempat Umum 

Prinsip dikeluarkannya kebijakan pendidikan di masa Pandemi Covid-19 adalah dengan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat.

Nadiem menyatakan, pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar (SD), dan pendidikan menengah pertama (SMP) pada tahun ajaran baru 2020/2021 tetap dimulai pada Juli 2020.

Tetapi, untuk sekolah di zona kuning, oranye, dan merah, tetap belum diizinkan menyelenggarakan proses pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan atau disekolahan.

“Satuan pendidikan pada zona-zona tersebut tetap melanjutkan pembelajaran atau belajar dari rumah,” terang Mendikbud.

Ada Empat Syarat Sekolah Bisa Dibuka Lagi

Sejalan dengan penjelasan Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, maka Mendikbud juga menyatakan bahwa 94% sekolah masih berada di zona kuning, oranye, dan merah dalam 429 kabupaten/kota.

Maka, mereka diputuskan tetap harus belajar dari rumah. Peserta didik yang berada di zona hijau hanya berkisar 6 persen. Mereka pada tahun ajaran baru 2020/2021 nanti diizinkan untuk membuka sekolah lagi.

Nadiem mengatakan bahwa proses pengambilan keputusan dimulainya pembelajaran tatap muka bagi satuan pendidikan di kabupaten/kota dalam zona hijau dilakukan secara sangat ketat dengan persyaratan berlapis.

Baca – 9 Merek Susu Penambah Berat Badan Untuk Bayi 6 – 12 Bulan

Hanya satuan pendidikan atau sekolah di zona hijau yang diperbolehkan membuka sekolah lagi. Jadi, syarat pertama dan utama untuk membuka sekolah lagi adalah sekolah di zona hijau. Mereka bisa melakukan pembelajaran tatap muka lagi.

Selain harus berada di zona hijau, sekolah bisa dibuka lagi apabila pemerintah daerah atau Kantor Wilayah/Kantor Kementerian Agama memberi izin.

Selain itu, sekolah sudah memenuhi semua daftar periksa dan siap melakukan pembelajaran tatap muka. Syarat terakhir, orang tua/wali murid menyetujui putra/putrinya masuk sekolah lagi.

“Keempat syarat itu harus terpenuhi semua. Jika salah satu dari empat syarat tersebut tidak terpenuhi, peserta didik melanjutkan belajar dari rumah secara penuh,” kata Nadiem.

Dia pun meminta semua pihak, termasuk seluruh kepala daerah, kepala satuan pendidikan, orang tua, guru, dan masyarakat bersama-sama mempersiapkan pembelajaran di tahun ajaran dan tahun akademik baru.

Yang juga tidak kalah pentingnya adalah para peserta didik atau siswa / murid serta guru dan pegawai di sekolah selalu menerapkan aturan (protokol) kesehatan.

Jangan sampai terjadi penularan virus corona di sekolah karena para peserta didik, guru dan karyawan ada yang tidak disiplin menerapkan aturan kesehatan.

Di Korea Selatan pekan lalu dikabarkan sekolah ditutup lagi karena ada siswanya yang tertular corona. Padahal, sekolah baru dibuka selama sepekan.

Disiplin mengenakan masker, menjaga jarak dan sering cuci tangan harus dilakukan dengan baik. Pengaturan tempat belajar juga harus mencegah terjadinya penularan virus. Yakni, tempat duduk siswa harus berjarak. Tidak seperti selama ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *