Bahaya Skoliosis bagi Wanita Hamil – Bisakah Melahirkan Normal

Diposting pada

APA saja bahaya skoliosis bagi wanita? Ya, sekarang kita bicara tentang skoliosis. Yaitu tulang belakang bengkok ke arah samping kanan atau kiri.

Paling sering mengalami kelainan tulang jenis ini adalah anak perempuan yang sedang memasuki masa pubertas. Kelainan itu menetap sampai dewasa.

Bagaimana setelah remaja putri yang menderita skoliosis itu menikah dan hamil? Apakah dia boleh menjalani persalinan normal?

Apa Saja Ciri-ciri Penderita Skoliosis bagi Wanita

Wanita lebih mudah kena skoliosis daripada pria karena tulang belakang mereka lebih lentur atau fleksibel. Berbeda dengan pria, tulang belakang mereka lebih padat.

 

Selain itu, skoliosis pada wanita berkembang lebih cepat dibandingkan pada pria.

Apa saja ciri-ciri penderita skoliosis? Ya, cici-cirinya seperti dikutip oleh hellosehat.com adalah:

1. Posisi kepala dan bahu cenderung miring. Tidak sejajar dengan pinggul

2. Salah satu bahu tampak lebih tinggi dari yang lain.

3. Ukuran payudara wanita antara satu dengan lainnya tidak sama

4. Salah satu punggung lebih tinggi dari yang lain. Ini terlihat ketika penderita membungkuk atau berlutut

Tentu saja, kelainan tulang punggung ini sangat menakutkan bagi sebagian wanita. Apalagi ketika sedang hamil.

Tanpa skoliaosis saja umumnya wanita hamil merasa nyeri pinggul, kaki, dan punggung. Bisa dibayangkan, betapa berat penderitaan wanita hamil yang juga menderita skoliosis.

Memasuki Trimester Ketiga, Wanita Hamil Perlu Hati-hati

Tetapi menurut ahli, skoliosis tidak akan menyebabkan komplikasi. Baik sewaktu hamil ataupun setelah melahirkan. Wanita hamil menderita skoliosis tetap tampil seperti wanita hamil pada umumnya.

Tetapi memasuki trimester ketiga, mereka perlu berhati-hati. Pasalnya, hormon yang dilepas selama kehamilan bisa menyebabkan ligamen lebih rileks.

Walau tampak aman, sesungguhnya bisa terjadi peningkatan sudut Cobb. Kondisi in bisa menimbulkan rasa nyeri yang lebih hebat pada punggung, pinggul, pinggang, atau kaki.

Bagaimana dengan kesehatan calon bayi yang dikandungnya?

Bunda tentu tidak perlu khawatir. Skoliosis tidak akan membahayakan bayi yang dikandungnya. Bahkan Bunda bisa memilih untuk melahirkan secara normal. Yang penting selama hamil tidak ada komplikasi kehamilan lain.

Persalinan Normal Dikhawatirkan Macet di Tengah Jalan

Tentu saja, biar lebih aman, Bunda perlu memeriksakan derajat kemiringan dan jenis skoliosis yang Bunda alami. Apabila kemiringannya agak berat, ya sebaiknya Bunda menjalani operasi caesar agar persalinan berjalan lancar.

Sebab, jika dipaksakan melahirkan secara normal, dikhawatirkan persalinannya tidak berjalan lancar. Persalinan yang melambat dan akhirnya berhenti atau macet. Bunda pun sulit mengejan atau sulit menerima epidural.

Dalam hal ini, para ahli anastesi seringkali tidak bisa menemukan ruang untuk pemberian epidural. Maka, untuk menghindari hal yang tidak Bunda inginkan, sebaiknya Bunda periksa dokter untuk mengetahui seberapa parah skoliosis sehingga Bunda bisa merencanakan kehamilan dengan baik

Untuk amannya, ya langsung memilih kelahiran dengan operasi. Toh, dengan kemajuan teknologi kedokteran, kini operasi kelahiran menjadi sangat mudah dan lebih nyaman.

Skoliosis Harus Ditangani Tuntas biar Tak Sakit Jantung

Jika Anda, khususnya perempuan diketahui menderita skoliosis, maka sebaiknya diatasi sampai tuntas. Jika tidak segera ditangani, akibat paling ringan adalah munculnya nyeri otot di daerah punggung. Diantaranya dengan menggunakan korset.

Kondisi ini terjadi karena posisi tulang tidak simetris. Ini membuat otot pada satu sisi tubuh bekerja ekstra keras. Jika kelainan tulang punggung ini tidak ditangani sampai tuntas dikhawatirkan di belakang hari Anda menderita sakit jantung dan paru-paru.

“Nah, pendesakan akibat kondisi tulang belakang yang berat dan berlangsung lama tentu bisa berakibat fatal,” tegas dokter Benedictus Megaputera SpOT, MSi, yang praktik di Siloam Hospitals Surabaya ini seperti dikutip oleh health.detik.com.

Penutup: Semoga Anda semua terbebas dari gangguan sakit skoliosis. Lebih-lebih mengenai bahaya skoliosis bagi wanita, khususnya wanita hamil. Terima kasih ayas kunjungannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *