BAYI 1 bulan susah BAB tapi kentut terus? Bunda tidak perlu risau dan khawatir, apalagi panik, dengan kejadian seperti itu. Itu adalah hal wajar. Berapa kali bayi Bunda kentut terus dalam sehari?

Jika dibawah 20 kali, itu adalah sesuatu yang tidak perlu dikhawatirkan. Sebab, bayi usia 2 – 3 bulan bisa buang gas (kentut) sampai 20 kali sehari.

Menurut dr Meta Hanindita, SpA, dokter di RSUD Dr Soetomo Surabaya, bayi buang angin (kentut) umumnya karena produksi gas di dalam usus besar berlebihan. Atau karena menelan udara ketika mengisap ASI.

“Penyebab lain bisa akibat gas yang diproduksi oleh kuman komensal yang tidak berbahaya di dalam usus besar. Kuman itu memproses fermentasi karbohidrat yang tidak diserap oleh usus halus,” katanya.

Baca – 7 Cara Mengatasi Bayi yang Susah BAB 

Jika Bunda merasa tidak nyaman dengan kondisi bayi 1 bulan susah BAB tapi kentut terus, maka Bunda bisa mengatasinya. Cara mengatasi juga mudah dan Bunda bisa melakukan sendiri.

Lalu, apa saja cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi bayi usia 1 bulan susah BAB tapi kentut terus?

Bayi 1 Bulan Susah BAB tapi Kentut Terus
cara menyusui bayi pakai dot yang benar

Apa Saja Penyebab Bayi 1 Bulan Susah BAB tapi Kentut Terus 

Intinya, bayi jarang BAB adalah wajar. Lebih-lebih jika si kecil hanya mengonsumsi ASI dari Bunda. Nutrisi pada ASI akan diserap seluruhnya oleh tubuh si kecil.

Akibatnya, bayi Bunda jarang BAB. Mungkin hanya BAB sekali dalam satu minggu. Jadi, bayi usia 0 – 6 bulan yang hanya mengonsumsi ASI adalah normal jika dia sering kentut. Itu bukan akibat penyakit atau faktor tertentu.

Maka, dengan adanya bayi 1 bulan susah BAB tapi kentut terus, Bunda tidak perlu khawatir. Bunda bisa mengatasi sendiri atau biarkan saja nanti akan reda sendiri seiring dengan bertambahnya umur si kecil. Yang penting si bayi tidak rewel.

Lain halnya jika si kecil selain mengonsumsi ASI, juga minum susu tambahan seperti susu formula. Jika bayi ini jarang BAB, itu perlu dicermati apa kira-kira penyebabnya. Jika Bunda tidak bisa mengatasi sendiri, ya sebaiknya periksa dokter.

Baca – Susu Formula untuk Bayi Susah BAB yang Aman

Selain karena nutrisi dari ASI yang dikonsumsi diserap seluruhnya oleh tubuh, penyebab bayi susah BAB lainnya adalah hal-hal berikut:

1. Posisi Saat Menyusu Bunda Tidak Tepat

Salah posisi ketika si bayi menyusu Bunda juga bisa menyebabkan si kecil sering kentut. Sebab, ketika bayi menyusu, dalam waktu bersamaan banyak udara masuk ke perut si kecil. Akibatnya, bayi sering kentut.

Bagaimana posisi bayi yang benar ketika menyusu? Posisi kepala bayi saat menyusu (menetek) harus lebih tinggi dari tubuhnya. Bunda bisa meninggikan kepala bayi dengan menggunakan bantal atau tangan Bunda.

Ketika bayi menyusu, puting payudara Bunda harus masuk ke mulut bayi dengan baik. Jadi, mulut bayi tidak hanya menempel pada puting, tetapi lebih maju lagi. Yakni, masuk pada area bawah puting payudara selebar mungkin.

2. Bunda Suka Mengonsumsi Telur dan Ubi

Bunda suka mengonsumsi makanan yang kandungan gasnya tinggi? Itu juga bisa berpengaruh kurang baik pada si bayi, terutama bayi yang hanya mengonsumsi ASI. Misalnya Bunda sering mengonsumsi telur dan ubi, asparagus, brokoli, kubis, kol, jamur, dan bawang, semuanya punya kandungan gas yang tinggi.

Efeknya, si bayi yang mengonsumsi ASI juga sering kentut (buang gas). ASI memang sangat sensitif. Jika Bunda tidak sehat, maka ASI yang dihasilkan juga bisa berpengaruh buruk pada si bayi.

Baca5 Merk Susu Terbaik untuk Meningkatkan Berat Badan Bayi

Nah, Bunda harus betul-betul memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Sebab, makanan yang dikonsumsinya bisa berakibat si kecil sehat atau tidak sehat. Lalu, apa yang bisa dilakukan dengan bayi 1 bulan susah BAB tapi kentut terus?

Bayi Sering Kentut, Bagaimana Cara Mengatainya? 

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan ketika bayi 1 bulan susah BAB tapi kentut terus. Tidak hanya Bunda yang merasa tidak nyaman jika si kecil sering kentut. Si kecil juga bisa merasa tidak nyaman karena perut dapat kembung. Dia akan sering rewel.

Tetapi menghadapi kondisi bayi seperti itu, Bunda tidak perlu panik. Lakukan langkah-langkah berikut yang bisa mengatasi atau mengurangi bayi sering kentut:

1. Usap dan Tepuk Punggung Bayi

Untuk mengatasi bayi yang sering kentut, Bunda bisa membantu si kecil untuk bersendawa. Caranya, Bunda bisa mengusap atau menepuk punggungnya secara lembut.

Misalnya ketika si kecil dalam gendongan. Atau saat Bunda merebahkan si kecil atau ketika berada dalam pangkuan. Jika dengan cara-cara itu belum juga bersendawa, maka baringkan si kecil dalam posisi telentang sampai beberapa menit.

2. Ketika Menyusu, Bayi Harus dalam Posisi Benar

Seperti telah disinggung di atas, salah posisi ketika menyusu juga bisa menyebabkan bayi sering kentut. Posisi yang benar saat menyusu pada Bunda, kepala bayi harus lebih tinggi dari posisi perut. Demikian pula saat si kecil minum susu menggunakan botol susu. Posisi kepala harus lebih tinggi dari posisi perut.

Baca – Susu Appeton Terbaik untuk Menaikkan Berat Badan

Gunakan tangan Bunda atau bantal untuk meninggikan posisi kepala bayi. Jika minum susu menggunakan botol dot, maka botol harus miring ke atas. Dengan cara ini, air susu dalam dot bisa mengalir lancar dan tidak akan ada udara yang terjebak di bagian dot yang bisa membuat si kecil sering kentut.

3. Jangan Biarkan Si Kecil Menyusu dengan Tergesa-gesa

Jangan biarkan si kecil menyusu (minum susu) dengan tergesa-gesa. Baik minum susu dari Bunda langsung atau minum susu menggunakan botol dot.

Ya, terkadang bayi minum susu dengan penuh semangat. Entah karena dia sangat lapar atau ada penyebab lain. Cara minum susu dengan tergesa-gesa bisa mengakibatkan masuknya udara yang akhirnya dapat membuat bayi sering kentut.

4. Laktosa dalam ASI atau Susu Formula Tak Bisa Diserap Usus Halus

Penyebab lain yang membuat bayi sering kentut adalah adanya laktosa dalam ASI atau susu formula yang tidak bisa diserap oleh usus halus. Ini terjadi karena pencernaan yang belum sempurna.

Akibatnya, terjadi fermentasi oleh mikroorganisme yang kemudian menghasilkan gas. Cara mengatasinya, Bunda perlu menghindari konsumsi makanan yang menyebabkan terjadinya gas berlebih. Misalnya jagung, brokoli, dan kacang-kacangan.

Semoga artikel tentang bayi 1 bulan susah BAB tapi kentut terus ini bermanfaat untuk Anda semua, khususnya Bunda yang menyusui si kecil.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *
Email *
Website