Cara Menurunkan Darah Tinggi bagi Ibu Hamil

Cara Mudah Menurunkan Darah Tinggi pada Ibu Hamil

Diposting pada

BANYAK ibu hamil terkena penyakit darah tinggi (hipertensi). Sebagian darah tinggi sudah terjadi sebelum kehamilan. Tetapi sebagian terjadi setelah kehamilan berjalan. Pertanyaannya, bagaimana cara menurunkan darah tinggi pada ibu hamil?

Tentu saja, untuk menghindari kondisi itu tidak mudah. Yang diperlukan adalah mengendalikan dan menurunkan darah tinggi pada ibu hamil. Pilih cara tepat yang bisa menurunkan darah tinggi.

Pertanyaannya adalah apa saja yang harus dipahami dan dilakukan supaya darah tinggi yang Bunda derita tidak berakibat fatal? Darah tinggi pada wanita hamil disebut hipertensi gestasional.

Cara Menurunkan Darah Tinggi pada Ibu Hamil – Ada Beberapa Tingkatan Hipertensi

Berikut ini pengelompokan tingkatan darah tinggi (hipertesi) pada ibu hamil:

1. Hipertensi Gestasional

Hipertensi gestasional adalah tekanan darah tinggi yang terjadi sesudah usia kehamilan Bunda mencapai 20 minggu (trimester ke-2). Tidak ada kelebihan protein di dalam urin atau tanda-tanda lain dari kerusakan organ.

Cara Menurunkan Darah Tinggi bagi Ibu Hamil

(foto:liputan6.com)

Tetapi, beberapa Bunda yang menderita hipertensi gestasional bisa kena hipertensi preeklampsia nantinya. Maka, hati-hati. Pengertian hipertensi preeklampsia di nomor 4.

2. Hipertensi Kronis

Jika Bunda sudah menderita hipertensi atau tekanan darah tinggi sejak sebelum hamil, maka hipertensi yang Bunda derita namanya hipertensi kronis.

Tetapi, tekanan darah tinggi yang terjadi setelah hamil dalam usia kehamilan masih di bawah 20 minggu juga termasuk hipertensi kronis.

Hanya saja, banyak kasus darah tinggi tanpa gejala, maka tidak mudah untuk menentukan sejak kapan darah tinggi terjadi.Gejala muncul biasanya ketika tensi darah sudah begitu tinggi sehingga penderita jatuh sakit.

Baca – Kenali Penyebab Darah Tinggi dan Cara Pengobatannya

Banyak orang merasa sehat. Tidak pernah menderita kepala pusing, tengkuk kencang, dsb. Tetapi saat periksa tensi, ternyata tensi tinggi yang berarti menderita hipertensi (darah tinggi). Maka, Bunda yang hamil sebaiknya rutin mengecek tekanan darahnya paling tidak sebulan sekali.

3. Hipertensi Kronis dengan Superimposed Preeklampsia

Kondisi darah tinggi kelompok ini adalah hipertensi kronis. Selain menderita darah tinggi, kadar proteinnya di dalam urine juga tinggi. Kondisi itu terjadi pada usia kehamilan di bawah 20 minggu.

4. Preeklampsia dan Eklampsia

Ini tergolong hipertensi yang berisiko tinggi bagi Bunda yang sedang hamil. Yakni, hipertensi kronis atau hipertensi gestasional berujung pada preeklampsia.

Preeklampsia adalah terjadinya komplikasi pada kehamilan. Tekanan darahnya tinggi ditambah dengan adanya kerusakan pada sistem organ lain.

Berbeda dengan hipertensi kronis dengan superimposed preeklampsia, preeklampsia biasanya terjadi setelah usia 20 minggu kehamilan (pada trimester ke-3).

Tentu saja, penyakit darah tinggi pada ibu hamil yang ini tergolong nomor 4 ini serius. Bahkan, bisa berdampak fatal, baik bagi Bunda taupun janin yang dikandungnya.

Baca – 3 Cara Merebus Daun Kersen untuk Mengatasi Darah Tinggi┬á

Maka, Bunda perlu rutin memeriksa kesehatan dirinya pada dokter dan kesehatan janin yang dikandungnya.

Darah Tinggi Eklampsia Paling Berbahaya

Eklampsia merupakan masalah kesehatan yang paling berbahaya. Bunda bisa mengalami kejang saat hamil atau setelah melahirkan si kecil.

Penanganan dari dokter harus dilakukan dengan cepat supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya terjadi koma, kerusakan otak, bahkan bisa menyebabkan kematian ibu atau bayinya.

Eklampsia adalah lelanjutan dari preeklampsia. Peristiwa semacam ini biasanya terjadi saat usia kehamilan telah di atas 20 minggu.

Cara Menurunkan Darah Tinggi pada Ibu Hamil

Ada beberapa cara tradisional yang murah untuk menurunkan darah tinggi pada ibu hamil. Yaitu:

1.Mengonsumsi Buah Pisang – Kaya Kalium

Mengonsumsi buah pisang sangat baik buat ibu hamil, khususnya yang menderita darah tinggi. Selain bisa memperlancar proses pencernaan dan lancar waktu BAP (buang air besar), konsumsi buah pisang juga menurunkan darah tinggi bagi ibu hamil.

Baca – Cara Mudah Menghilangkan Bau Ketiak dengan Timun

Sebab, buah pisang kaya kalium. Yakni, zat yang sangat baik untuk menurunkan darah tinggi. Harga pisang juga tidak mahal. Jadi, konsumsilah 1 – 2 buah pisang per hari.

2. Minum Cuka Apel

Bunda bisa mengonsumsi cuka sari apel. Suplemen ini adalah salah satu bahan paling sehat untuk membantu menyeimbangkan tekanan darah Bunda. Selain itu, mengonsumsi cuka apel bisa menyetabilkan kadar kolesterol sehingga tidak tinggi.

Bunda sebaiknya mengonsumsi 1 sendok makan cuka apel setiap hari. Sangat baik jika cuka apel dicampur dengan segelas air hangat dan madu.

3. Konsumsi Makanan Kaya Magnesium

Mengonsumsi makanan yang tinggi magnesium bisa menurunkan tekanan darah yang ekstrem. Maka, sangat baik jika Bunda rajin mengonsumsi makanan yang kaya magnesium saat hamil. Misalnya tahu, alpukat, pisang, almond, dan susu kedelai.

Selain membuat tekanan darah selalu sehat, mengonsumsi makanan kaya magnesium bisa menghindarkan calon bayi lahir secara prematur. Jadi, sangat baik untuk ibu hamil.

Semoga artikel tentang dara tinggi (hipertensi) untuk ibu hamil ini bermanfaat untuk Anda semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *