Anak Muda Juga Perlu Melakukan Cek Kolesterol

Diposting pada

ANDA pernah cek kolesterol? Cek kadar kolesterol sangat penting. Tujuannya untuk mengetahui apakah kolesterol Anda rendah, normal, atau tinggi. Kalau tinggi, Anda harus hati-hati. Kolesterol tinggi bisa menyebabkan seseorang kena sakit jantung atau stroke.

Maka, hati-hati jangan sampai kolesterol Anda tinggi. Jika ternyata tinggi, harus segera diturunkan biar Anda tidak terkena sakit jantung atau stroke.

Yang dikhawatirkan, Anda merasa sehat, tidak pernah cek kolesterol, tiba-tiba Anda sakit. Saat periksa dokter, ternyata kolesterol Anda tinggi. Akibat kolesterol tinggi, Anda juga mengalami sakit jantung.

Anda harus dirawat di rumah sakit untuk menurunkan kolesterol dan mengobati sakit jantung. Setelah keluar dari rumah sakit, Anda masih harus periksa jantung tiap bulan sekali sampai dinyatakan sudah sembuh.

Merasa Sehat, Ternyata Kolesterolnya Tinggi. Penyebabnya Tak Pernah Melakukan Cek Kolesterol 

cek kolesterol

(foto:id.theasianparent.com)

Nah, itulah pengalaman adik ipar saya. Kini, dia usia 53 tahun. Tetapi, kolesterol tinggi tidak hanya dialami orang dewasa dan tua, anak-anak muda juga bisa kena sakit kolesterol.

Bahkan, dalam usia yang sangat muda, 20 tahun, juga bisa kena kolesterol tinggi. Yang terbanyak memang orang dewasa/tua. Tetapi, anak muda juga bisa kena.

Hal ini terjadi seiring dengan perubahan gaya hidup dan pola makan kita. Banyak di antara kita makin suka makanan cepat saji. Misalnya hot dog, donat, bacon, keripik kentang, burger, stik keju, es krim, dsb.

Atau berlama-lama mainkan Hp/smartphone, di depan internet, main game, dsb.

Ini semua bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Apalagi ditambah kurang /tidak pernah berolahraga, suka minum alkohol dan merokok. Ancaman kena sakit darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, sakit jantung, dsb. sangat mudah terjadi.

Maka, untuk memastikan ada tidaknya ancaman kolesterol pada tubuh kita, secara periodik kita harus memeriksakan atau cek berapa kadar kolesterol kita.

Walaupun Anda selalu merasa sehat. Sebab, penyakit kolesterol tidak memberikan tanda-tanda atau gejala. Seseorang merasa badannya sakit atau tidak sehat setelah kadar kolesterolnya tinggi. Yakni, melebihi angka 240 mg/dL. Kadar kolesterol 200 – 239 mg/dL adalah kolesterol pra-tinggi (menjelang tinggi).

Kolesterol normal adalah 150 – 200 mg/dL. Di bawah angka 150 dikelompokkan sebagai kolesterol rendah. Yang terbaik (kategori sehat) adalah 150 – 200 mg/dL.

Tidak Ada Gejala, Kita Harus Aktif Cek Kolesterol 

Berapa kolesterol Anda sekarang? Jika belum pernah cek kolesterol, coba cek. Bisa menggunakan alat tes kolesterol digital jika Anda punya sendiri.

Penderita darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes (gula darah tinggi) sebaiknya punya alat cek digital. Satu alat bisa untuk ngecek tiga jenis penyakit, yakni cek tensi darah, kadar kolesterol dan gula darah.

Jika tidak punya alat sendiri, ya harus cek di puskesmas, klinik atau rumah sakit. Biayanya tidak mahal. Cek kolesterol penting tidak hanya untuk Anda berusia 40 tahun ke atas, tetapi juga Anda dengan usia 20 tahun ke atas.

Jika dinyatakan kolesterol Anda normal berarti Anda sehat. Cek kolesterol lagi 5 tahun mendatang. Supaya kolesterol Anda selalu normal, ya Anda perlu menjaganya.

Antara lain dengan rajin berolahraga, selalu membatasi konsumsi makanan yang bisa menyebabkan kadar kolesterol tinggi, istirahat cukup, banyak minum air putih, dsb.

Hati-hati. Kolesterol umumnya tidak ada gejala atau tanda-tandanya. Maka, Anda yang harus aktif mengeceknya. Cek lagi 5 tahun mendatang.

Nah, tes kolesterol ini berguna untuk mendeteksi risiko sakit kolesterol. Karena umumnya kolesterol tinggi tidak menimbulkan tanda atau gejala, pemeriksaan perlu Anda lakukan secara teratur (periodik).

Berisiko Kena Kolesterol Tinggi Perlu Cek Lebih Sering

Cek kadar kolesterol perlu dilakukan 5 tahun sekali jika Anda dalam kondisi sehat dan tidak ada faktor lain. Jika ada faktor lain yang akan disebutkan di bawah ini, Anda harus periksa kolesterol lebih sering. Misalnya 2 tahun sekaki atau 3 tahun sekali.

Mereka ini adalah:

  • Pria berusia 55 tahun ke atas dan wanita berusia 65 tahun ke atas.
  • Mempunyai keluarga yang pernah menderita penyakit jantung.
  • Berat badan berlebih dari angka normal atau obesitas (terlalu gemuk).
  • Menderita tekanan darah tinggi (hipertensi) atau diabetes.
  • Sering merokok, kurang olahraga, atau suka makan makanan tidak sehat. Misalnya makanan berlemak atau gorengan.

Apa yang Harus Dijauhi oleh Penderita Kolesterol?

Jika dari hasil pemeriksaan diketahui Anda menderita kolesterol tinggi, apa yang harus Anda lakukan?

Ya, Anda harus menurunkannya menjadi kadar kolesterol normal. Dengan cara itu Anda akan terhindar dari sakit jantung ataupun stroke.

Selain mengonsumsi obat dari resep dokter (jika Anda periksa dokter), Anda juga harus melakukan diet. Ya, diet kolesterol. Artinya, Anda harus menghindari makanan minuman yang bisa menyebabkan kolesterol tinggi.

Makanan apa saja yang harus dihindari penderita kolesterol tinggi sehingga kadar kolesterol mereka bisa turun menjadi kolesterol normal?

Berikut beberapa di antaranya. Pantangan makanan kolesterol hampir sama dengan pantangan makanan yang harus dihindari oleh penderita darah tinggi, yaitu:

1. Aneka Gorengan

Aneka gorengan sering menjadi sumber terjadinya kolesterol tinggi. Apalagi makanan gorengan menggunakan minyak jelantah yang sudah dipakai menggoreng beberapa kali.

Begitu makan aneka gorengan, koleserol Anda langsung naik. Contohnya mengonsumsi tahu goreng, tempe goreng, bakwan, martabak telur, ayam goreng, dsb.

Sebagai gantinya, Anda bisa memasak makanan-makanan itu dengan dikukus atau direbus. Makanan rebus / kukus tidak membuat kolesterol naik.

2. Lemak Jenuh (Santan Kelapa, Kornet, Sosis, dsb)

Anda perlu menghindari makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi. Makanan-makanan ini bisa membuat kolesterol naik tinggi. Antara lain santan kelapa, daging kemasan seperti kornet dan sosis, minyak palm, dan mentega.

Anda bisa menggantinya dengan mengonsumsi makanan yang mengandung lemak tidak jenuh. Misalnya, penggunaan minyak palm dan mentega bisa diganti dengan minyak zaitun.

3. Makanan dengan Lemak Trans (Margarin)

Makanan lain yang harus Anda hindari adalah makanan yang mengandung lemak trans. Lemak trans adalah minyak yang dipadatkan. Biasanya, lemak trans ada dalam margarin dan minyak kelapa.

Maka, Anda harus hati-hati jika mendapatkan hidangan yang diolah dengan minyak margarin dan minyak kelapa. Keduanya adalah tinggi kolesterol. Pilih margarin dengan 0 gram lemak trans atau bebas lemak trans.

4. Jeroan Ayam dan Sapi (Hati, Usus, Otak, Ampela)

Jeroan ayam dan jeroan sapi juga sumber kolesterol tinggi. Misalnya hati, otak, usus, ampela, jantung, dan organ dalam lain. Kandungan kolesterol jahat dalam darah juga tinggi.

5. Kulit Ayam dan Kuning Telur Ayam

Kulit ayam, kuning telur ayam, dan kikil juga mengandung lemak jenuh yang tinggi. Bisa menyebabkan kolesterol naik jika Anda mengonsumsi makanan tak sehat itu.

Penutup

Agar tubuh selalu sehat, Anda harus memperhatikan makann yang akan Anda konsumsi. Jangan sampai makanan favorit justru menjadi bom waktu di belakang hari. Yakni, menyebabkan Anda kena sakit berat seperti saki jantung atau stroke akibat kolesterol tinggi.

Ya, memperhatikan kesehatan makanan harus diperhatikan sejak sekarang. Janan sampai Anda kecolongan. Merasa sehat, tetapi sesungguhnya Anda memelihara penyakit seperti kolesterol tinggi.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda semua.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *