Hati-hati Ibu Hamil Bisa Kena Diabetes, Juga Bayinya

Diposting pada

PENYAKIT diabetes pada wanita dan pria sebenarnya sama. Baik gejala, jenis penyakit maupun cara pengobatannya. Tetapi, ada hal-hal khusus dalam upaya membuat gula darah normal wanita yang perlu mendapat perhatian.

Misalnya, wanita mengalami siklus menstruasi (haid), hamil dan menopause (usia lanjut). Ketiga kondisi itu bisa membuat gula darah wanita naik tinggi. Atau naik turun tidak stabil.

Kondisi itu membuat wanita bisa mengalami diabetes. Mereka sulit mencegah terjadinya penyakit diabetes akibat kadar gula darah mereka tinggi.

Hormon dan respon peradangan pada wanita juga bekerja secara berbeda dibanding pria. Komplikasi diabetes pada wanita lebih sulit didiagnosis. Wanita lebih sering memiliki berbagai jenis penyakit jantung dibanding pria.

Apalagi ibu hamil. Jaga selalu gula darah normal ibu hamil sehingga bisa terhindar dari penyakit gula darah (diabetes).

 Ada Beberapa Gejala Khusus Wanita Kena Diabetes

gula darah normal wanita

wanita suntik insulin di lengan (foto: web.mi.baca.co.id)

Bila Anda seorang wanita menderita diabetes, Anda akan mengalami gejala umum yang sama seperti pada pria. Akan tetapi, beberapa gejala unik terjadi pada wanita. Memahami keduanya akan membantu Anda mengidentifikasi diabetes dan melakukan pengobatan dini.

Berikut ini gejala diabetes khusus (unik) pada wanita, yakni:

  • Terjadi infeksi jamur pada vagina dan mulut serta ruam pada vagina. Jamur pada mulut sering disebut sariawan.
  • Terjadi infeksi saluran kencing akibat kadar gula darah yang naik turun.
  • Tidak ada gairah untuk bercinta dengan isteri atau disfungsi seksual.
  • Sindrom ovarium polikistik

Berikut ini gejala diabetes yang dialami pria atau wanita:

  • Sering merasa haus dan lapar. Meskipun belum lama selesai makan. Anda merasa lapar dan ingin makan lagi. Perlu masakan dengan resep khusus penderita diabetes. 
  • Sering buang air kecil. Ini gejala yang paling banyak dialami pria ataupun wanita.
  • Berat badan naik dan turun secara drastis tanpa sebab yang jelas
  • Lemas, lelah, pandangan kabur, dan tampak tidak bersemangat
  • Luka tidak mudah disembuhkan
  • Mual
  • Terjadinya infeksi kulit
  • Bercak kehitaman pada bagian tubuh yang memiliki lipatan
  • Napas berbau manis atau aseton
  • Berkurangnya sensitivitas rasa pada kaki dan tangan.

Apa Faktor yang Meningkatkan Risiko Diabetes pada Wanita?

Selain mengenali gejala penyakit diabetes, Anda juga perlu tahu tentang faktor apa yang bisa meningkatkan risiko kena diabetes. Artinya, Anda bisa kena diabetes jika berbagai kondisi berikut tidak segera diatasi. Antara lain:

  • Anda sudah berusia lebih dari 45 tahun
  • Menderita kegemukan atau obesitas
  • Punya riwayat keluarga kena diabetes
  • Bayi lahir dengan berat lebih dari 4 kg
  • Memiliki diabetes gestasional (kena diabetes saat hamil, bayi masih dalam kandungan gula tinggi. ).
  • Menderita kolesterol tinggi
  • Olahraga kurang dari tiga kali seminggu
  • Memiliki kondisi kesehatan lain yang berhubungan dengan penggunaan insulin, seperti sindrom ovarium polikistik
  • Riwayat penyakit jantung atau stroke.

Harus Suntik Insulin Sehari 3 Kali

Bagi wanita, kemungkinan kena gula darah tinggi yang harus diwaspadai adalah ketika hamil. Caranya dengan menjalani cara hidup sehat sehingga sakit diabetes bisa dicegah.

Ini sangat penting. Penyakit diabetes pada ibu hamil bisa menyebabkan bayinya dalam kandungan juga

kena diabetes. Ini berarti anak akan mewarisi penyakit ibunya.

Selain itu, selama hamil Bunda mungkin harus selalu suntik insulin untuk mengatasi tingginya gula darah. Di sisi lain, Bunda tidak boleh mengurangi konsumsi makanannya untuk menjaga kesehatan si bayi dalam kandungan.

Solusinya, seperti dialami Bunda Aliyah Latief di Jakarta, yakni menjalani suntik insulin tiap hari 3 kali sampai si bayi lahir. 

Oleh karena itu, ibu hamil harus memperhatikan kesehatan tubuhnya sehingga tidak terkena diabetes. Bunda Aliyah kena diabetes gestasional sejak kandungannya berusia 6 bulan. Dia terpaksa harus suntik insulin untuk mengendalikan gula darahnya. Dia suntik insulin sehari tiga kali. Tiap suntikan 5ml insulin.

Dengan suntikan insulin, dia bisa mempertahankan kesehatan diri dan bayinya sampai akhirnya si kecil lahir. Tentu saja, lahir dengan operasi caesar.

Berapa bobot bayi? Bobotnya adalah 4,5 kg, cukup besar. Mungkin pengaruh suntik insulin. Beberapa hari setelah si bayi lahir, Bunda Aliyah tidak lagi menderita diabetes. Perawatan difokuskan ke si kecil supaya segera tumbuh sehat dan bisa bebas dari kemungkinan kena diabetes.

Berikut ini kisaran kadar gula darah normal 

  • Sebelum makan: sekitar 70-130 mg/dL
  • Dua jam setelah makan: kurang dari 140 mg/dL
  • Setelah tidak makan (puasa) selama setidaknya delapan jam: kurang dari 100 mg/dL
  • Menjelang tidur: 100 – 140 mg/dL

Penutup

Menjaga supaya gula darah selalu dalam kondisi normal atau stabil sangat penting. Dengan selalu menjaga kadar gula darah, agar Anda selalu sehat.  Caranya antara lain selalu mengonsumsi makanan sehat. Bukan makanan yang menyebabkan Anda kena diabetes (gula darah tinggi).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *