Gula Darah Normal – Cara Mencegah Diabetes dan Gula Darah Rendah

Diposting pada
Terima Kasih untuk Berbagi

GULA darah normal – Berapa gula darah Anda sekarang? Normal, tinggi atau justru rendah? Anda perlu tahu itu. Dengan mengetahui ukuran gula darah, maka Anda bisa memastikan bahwa Anda sehat atau tidak. Punya penyakit diabetes atau tidak.

Berikut Ini Paduan Cukup Lengkap untuk Mencegah Gula Darah Naik atau Turun:

Banyak penderita penyakit gula darah atau diabetes tidak menyadari bahwa dirinya telah kena penyakit mematikan itu. Mereka merasa dirinya selalu sehat. Tidak ada tanda-tanda sakit. Padahal, penyakit sudah tumbuh di dalam tubuhnya sejak beberapa tahun lalu.

Jumlah penderita penyakit diabetes tetapi selalu merasa sehat mencapai 60% lebih. Artinya, 60% penderita diabetes pada awalnya tidak tahu bahwa dirinya telah kena penyakit gula. Mereka mengetahui adanya penyakit diabetes ketika penyakitnya sudah parah.

Misalnya, mereka punya luka tidak kunjung sembuh. Walaupun sudah diobati. Karena lama tidak bisa sembuh, akhirnya penderita datang ke puskesmas atau rumah sakit.

Dari pemeriksaan laboratorium diketahui bahwa penderita ternyata punya sakit diabetes. Penyakit gula darah (diabetes) itulah yang menyebabkan lukanya sulit disembuhkan. Ketika itulah mereka tahu bahwa dirinya menderita penyakit diabetes.

Tentu saja, kondisi sakitnya sudah agak berat. Penderita terlambat mengetahui sakitnya. Ini membuat upaya penyembuhan perlu waktu lama, termasuk menyembuhkan lukanya. Tanpa mengatasi diabetesnya, luka yang dideritanya juga sulit disembuhkan.

Jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Kini telah mencapai 10 juta orang lebih, termasuk penderita anak. Atau nomor 7 tingkat dunia.

Cara Terbaik untuk Mengetahui Kadar Gula Darah Normal

gula darah normal

Menurut Kepala Seksi Gangguan Metabolik Direktorat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan dr Sylviana Andinisari M.Sc, penderita diabetes di Indonesia memang relatif tinggi.
Oleh karena itu, kini Kementerian Kesehatan memberi perhatian besar pada pengendalian faktor risiko diabetes. Baik melalui upaya promotif dan preventif.

Cara terbaik untuk menghindari sakit diabetes adalah cek gula darah secara periodik. Dari hasil cek gula darah itulah bisa diketahui Anda dalam kondisi sehat atau punya penyakit diabetes.

Tes gula darah sangat penting jika Anda ingin selalu sehat dan tidak kena sakit diabetes. Saya sendiri tiap dua tahun sekali periksa gula darah. Itu saya lakukan sejak usia 40 tahun. Hasilnya menunjuk gula darah saya selalu normal.

Hasil ini membuat saya bisa tenang. Saya dalam kondisi sehat. Tidak dibayangi penyakit diabetes. Untuk mengonsumsi makanan apa pun yang berkaitan dengan masalah gula darah, saya bisa bebas.

Meskipun tetap harus dalam batas yang wajar. Jangan karena kadar gula darahnya normal, lalu mengonsumsi makanan minuman tanpa kendali. Ini jelas bisa mengundang risiko kena diabetes.

Kalau Anda sudah kena diabetes, waduhhh.. pengobatannya berat. Apalagi, penyakitnya sudah stadium tinggi. Sudah harus cuci darah.

Maka, pepatah yang menyatakan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati adalah sangat baik untuk kita pegangi. Artinya, kita perlu cek gula darah untuk memastikan kita dalam kondisi sehat atau punya gula darah tinggi.

Jika kadar gula darah Anda tinggi, Anda harus segera menurunkannya. Baik dengan periksa dokter, minum obat penurun gula darah, obat herbal, obat tradisional, rajin berolahraga, membatasi makanan yang bisa menyebabkan gula darah tinggi, dsb.

Dengan cara ini, Anda bisa bebas dari kemungkinan kena penyakit diabetes (gula darah tinggi). Kadar gula darah Anda akan selalu dalam posisi normal/sehat.

Penyebab Terjadinya Penyakit Diabetes

Apakah penyakit diabetes itu? Penyakit diabetes adalah penyakit yang timbul akibat kadar gula darah (glukosa) yang tinggi. Atau kadar gula darah di atas normal.

Kadar gula darah sesungguhnya sangat dibutuhkan oleh tubuh. Gula darah merupakan sumber energi utama bagi otak dan sel-sel lain untuk membentuk otot dan jaringan dalam tubuh kita.

Tetapi, jika kadar gula darah terlalu tinggi dan insulin tidak mampu menyerap atau memecahnya, maka terjadilah penyakit diabetes.

Ada dua jenis tugas hormon insulin, yakni:

1. Mengubah gula darah menjadi energi

Gula darah sangat penting sebagai energi bagi sel-sel tubuh. Tetapi, sel-sel tubuh tidak bisa menyerap gula darah secara langsung. Sel tubuh perlu bantuan insulin. Dengan bantuan insulin yang diproduksi oleh pankreas, gula darah bisa dipecah dan diserap oleh sel-sel tubuh menjadi energi.

2. Menyimpan gula darah sebagai cadangan di hati

Gula darah yang tidak diserap oleh sel-sel tubuh akibat produksinya lebih besar akan disimpan di hati dan otot. Saat dibutuhkan, kadar gula darah di hati dan otot kembali dilepas ke aliran darah sehingga kebutuhan akan gula darah selalu tercukupi dengan baik.

Masalah timbul jika hormon insulin tidak mampu memecah seluruh glukosa menjadi energi atau jumlah insulin tidak mencukupi kebutuhan akibat tingginya glukosa. Maka, terjadilah penyakit diabetes melitus.

4 Jenis Batasan Gula Darah Normal dan Cara Menentukannya

Pertanyaannya, berapa ukuran gula darah normal yang harus diusahakan oleh semua orang jika mereka ingin selalu sehat? Apa yang harus dilakukan supaya ukuran gula darah selalu normal?

Ukuran gula darah normal terdiri dari jenis, yakni:

  1. Sebelum makan tetapi bukan karena puasa: 70 – 130 mg/dL.
  2. Selama puasa (tidak makan) setidaknya 8 jam: kurang dari 100 mg/dL.
  3. Dua jam setelah makan/tidak puasa: kurang dari 180 mg/dL.
  4. Menjelang tidur: 100 – 140 mg/dL.

Jika Anda punya alat cek gula darah sendiri (alat cek gula darah digital), Anda bisa melakukan cek sendiri. Tetapi jika tidak punya alat cek gula darah, Anda harus ke laboratorium kesehatan.

Bisa di puskesmas, rumah sakit, atau di klinik kesehatan yang melayani cek gula darah. Setelah tes darah Anda selesai, maka Anda akan diberi catatan hasilnya. Gula darah Anda dikatakan normal bila hasil tes tidak melebihi batasan atau ukuran gula darah tertinggi seperti terlihat dalam tabel di atas.

Misalnya, tes gula darah puasa Anda adalah 92. Sementara, ukuran gula darah puasa normal adalah 70 – 100 mg/dL. Ini berarti gula darah Anda tidak masalah. Anda dalam kondisi sehat.

Kapan seseorang dikatakan menderita diabetes?

Ada tahapan panjang. Sebelum dinyatakan menderita diabetes, Anda lebih dahulu berada dalam kondisi prediabetes. Selama masa prediabetes, Anda memiliki waktu untuk menurunkan gula darah sehingga kembali menjadi normal.

Jika ternyata selama masa prediabetes Anda tetap menjalani hidup seperti sebelumnya, baik pola makan atau gaya hidup, ya kadar gula darah Anda akan terus meninggi. Anda bisa memasuki tahap kena penyakit diabetes.

Misalnya untuk gula darah puasa 8 jam. Di atas sudah dijelaskan, gula darah Anda dinyatakan normal jika hasil tes gula darah antara 70 – 100 mg/dL.

Jika hasil tes gula darah Anda dalam kisaran antara 100 – 125 mg/dL, maka Anda dikelompokkan sebagai prediabetes. Artinya, Anda harus hati-hati dan berusaha menurunkan kadar gula darah Anda menjadi normal.

Jika Anda tidak berusaha menurunkannya menjadi gula darah normal, ya kadar gula darah akan terus naik. Jika melebihi 125 mg/dL berarti Anda sudah kena diabetes.

Bisa dibayangkan bagaimana seseorang yang hasil tes gula darahnya mencapai 400. Ini berarti tidak pernah melakukan cek dan tidak pernah ada upaya menurunkan kadar gula darahnya.

Perubahan dari kondisi gula darah normal menjadi naik tinggi (diabetes) sesungguhnya memerlukan proses panjang. Bisa sampai 10 tahun atau kurang. Tergantung banyak hal seperti pola makan dan gaya hidup.

Gula darah rendah juga bisa berbahaya: berujung kematian

Tetapi jika usaha menurunkan gula darah berlebihan, kadar gula darah Anda bisa anjlok di bawah normal. Misalnya, penderita sering minum obat pemicu produksi insulin sehingga produksi insulin melebihi kebutuhan.

Selain produksi insulin yang berlebihan, gula darah rendah (hipoglikemia) juga bisa terjadi akibat pola makan yang buruk atau melakukan olahraga berlebihan. Tetapi, kebanyakan terjadinya kasus hipoglikemia adalah akibat konsumsi obat.

Maka, usaha menurunkan gula darah juga harus dilakukan dengan hati-hati sesuai dengan ketentuan atau petunjuk dokter. Sebab, penurunan kadar gula darah berlebihan juga bisa berakibat fatal. Misalnya berujung pada kematian.

“Hipoglikemia juga berbahaya. Jika terlambat ditangani bisa berakibat serangan jantung. Bahkan bisa berakibat penderita meninggal dunia,” kata Budiman Darmowidjojo, ahli penyakit dalam, endokrin.

Seseorang dikategorikan menderita hipoglikemia jika kadar gula darahnya di bawah 70 mg/dL. Ukuran gula darah ini untuk mereka yang menderita diabetes (duabetesi). Di bawah 40 ,g/dL bago mereka yang tidak menderita diabetes.

Gejala terjadinya gula darah rendah antara lain merasa gelisah, gemetar, mual, lapar, berkeringat, cemas dan bingung, mata kabur, sulit bicara, dsb. Bahkan, penurunan kesadaran, kejang, koma, dsb.

Cara Mempertahankan agar Gula Darah Selalu Normal

Setelah tahu hasil pengecekan kadar gula darah Anda, kini saatnya melakukan tindakan yang diperlukan supaya gula darah Anda tetap normal atau kembali normal.

A. Jika gula darah Anda tinggi (di atas ukuran darah normal):

Setidaknya ada 20 cara yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan gula darah Anda sehingga kembali normal. Misalnya rajin berolahraga, menurunkan berat badan, makan tepat waktu, konsumsi karbohidrat harus dibatasi, hindari mengonsumsi aneka gorengan, dsb. Baca lengkap: 20 Cara Membuat Kadar Gula Darah Anda Selalu Normal.

B. Jika gula darah Anda turun dibawah angka normal

Bagaimana cara meningkatkan kadar gula darah Anda yang rendah sehingga bisa kembali normal? Berikut cara meningkatkan kadar gula darah yang bisa Anda lakukan.

1. Makan minum yang mengandung karbohidrat setidaknya 15 g.

Misalnya minum teh manis dengan gula pasir 2 sendok makan, 1/2 gelas jus buah, mengonsumsi permen manis dari gula, dsb. Cara ini bisa Anda lakukan juga ketika tiba-tiba gula darah Anda turun drastis.

2. Segera Sarapan setelah Bangun Tidur

Begitu bangun tidur, Anda sebaiknya segera sarapan pagi. Sarapan pagi terdiri dari protein dan karbohidrat kompleks. Misalnya telur rebus dan sepotong roti dari gandum dengan kayu manis. Atau yoghurt tanpa gula tambahan, tetapi ditambah madu, oatmeal, atau buah beri.

3. Mengonsumsi Cemilan Sebelum Makan Siang

Misalnya mengonsumsi buah yang mengandung banyak serat, vitamin, mineral dan gula alami. Cemilan ini bisa menambah energi sebelum makan siang. Misalnya apel, pisang, kelompok berry, pir, alpukat, jeruk, brokoli, kubis, pepayat, tomat, bit, dsb.

4. Pilihan Menu Makan Siang

Untuk menu makan siang, Anda bisa memilih sandwich tuna atau sandwich isi selada dan potongan ayam. Bahan pembuatan sandwich sebaiknya rotin gandum, bukan roti putih. Ini lebih sehat untuk penderita diabetes.

Menu lain untuk makan siang yang bisa Anda pilih adalah salad hijau, potongan ayam, buncis, tomat, dan sayuran lain. Ikan bakar dengan ubi jalar panggan (bakar) dan salad atau tumis sayur.

5. Menu Makan ada Sore Hari

Sebelum makan malam, pada sore hari Anda sebaiknya mengonsumsi karbohidrat kompleks. Misalnya roti gandum, brokoli, kacang polong dan beras merah. Karbohidrat kompleks diperlukan untuk mengganti tenaga yang terkuras habis ketika bekerja.

Konsumsi karbohidrat kompleks bisa membuat penyerapan glukosa rendah sehingga kadar gula tetap stabil atau normal.

6. Menu Makan Malam (Jangan Terlalu Banyak)

Makan malam, siang atau pagi jangan terlalu banyak (porsi besar). Maksudnya, nasi jangan banyak. Yang perlu diperbanyak adalah konsumsi sayuran dan buah-buahan.

Waktu makan malam juga harus diperhatikan. Sebaiknya makan malam minimal 2 jam sebelum tidur. Tetapi, 3 atau 5 jam sebelum tidur juga lebih bagus. Bisa mengonsumsi nasi merah, telur dan brokoli sebagai pelengkap.

7. Mengonsumsi Roti Gandum Utuh dengan Selai Kacang

Roti gandum mengandung indeks glikemik yang rendah. Sebaliknya, selai kacang mengandung protein dan lemak. Gula darah Anda akan stabil atau normal untuk waktu lama ketika Anda mengonsumsi makanan dari biji-bijian yang mengandung protein dan lemak.

8. Sering Cek Gula Darah

Anda sebaiknya secara rutin mengecek kadar gula darah. Jangan sampai gula darah naik tinggi atau turun drastis tetapi Anda tidak tahu. Misalnya ketika akan berolahraga. Cek gula darah Anda. Setelah berolahraga selesai, cek lagi berapa gula darah Anda.

Kalau gula darah Anda berada di bawah normal, Anda harus menghentikan olahraga. Olahraga yang berlebihan bisa menurunkan kadar gula darah. Anda harus menaikkan lagi gula darah Anda menjadi normal sehingga Anda sehat.

9. Miliki Alat Cek Gula Darah Digital

Jika Anda sudah menderita diabetes, Anda sebaiknya memiliki alat ukur gula darah digital. Dengan alat ini, Anda bisa melakukan pengukuran kadar gula darah kapan pun. Seperti cek gula darah ketika bangun tidur.

Dengan memiliki alat ukur gula darah sendiri, Anda bisa mengukur gula darah setiap saat. Anda pun bisa mengambil tindakan segera untuk mengatasi gula darah Anda agar kembali normal/sehat.

Penutup

Demikian artikel mengenai gula darah normal: berapa kadar gula darah Anda. Normal atau tinggi? Jika kadar gula darah Anda tinggi, maka turunkan biar kembali menjadi kadar gula darah normal. Sebaliknya, jika gla darah Anda turun, maka naikkan lagi biar menjadi gula darah normal.

Dengan ketekunan, kesabaran disertai berserah diri kepada Tuhan, Anda bisa melewati masa-masa berat menderita penyakit diabetes. Sering cek kadar gula darah, jauhi makanan yang menyebabkan gula darah naik tinggi, konsumsi makanan minuman penurun gula darah, rajin olahraga, dsb. Lakukan semua itu secara rutin sesuai dengan petunjuk dokter.