NU Bikin Jamu Anti Virus Corona – Sudah Lolos Uji Klinis

Diposting pada

Tanpadiabetes.com – Berita: WAH, bangga sama NU (Nahdlatul Ulama). Organisasi keagamaan ini mampu menghasilkan jamu anti virus corona. Bahkan, jamu bikinannya itu telah lolos uji klinis dan manjur dalam proses penyembuhan pasien corona (covid-19).

Demikian dikatakan oleh Ketua Tim Peneliti & Penemu Independen Afiliasi Nahdatul Ulama (TPPI-ANU) Asep Rukmana dalam siaran persnya, Kamis 14 Mei 20120.

Jamu hasil kerja TPP-ANU ini diberi nama jamu AVC atau Jamu Anti Virus Corona.

“Jamu AVC telah dicobakan kepada tiga pasien dengan hasil Swab positif di RSKKBPSDM dan RS Dustira. Setelah tiga hari pengobatan dengan menggunakan jamu AVC, dipastikan hasil Swab ke-1 dan Swab ke-2 menjadi negatif,” tambah Asep Rukmana.

Baca – Pengalaman Menghindarkan Diri dari Virus Corona di China

Proses Uji Klinis Jamu Anti Virus Corona (AVC)

jamu corona

jamu anti covid-19 yang sudah beredar di pasaran. Tetapi ini hanya untuk membuat daya tahan tubuh meningkat biar bebas dari corona. Bukan jamu melawan corona.

Ditambahkan oleh Asep, uji klinis dilakukan oleh timnya tidak berhenti sampai di situ. Uji klinis kedua dilakukan di rumah sakit tempat dilaksanakannya penelitian.

Pelaksanaan uji klinis juga disaksikan langsung oleh Sekretaris Daerah Jawa Barat, Setiawan Wangsaatmaja.

Setelah itu dilakukan paparan kepada Biro Pelayanan dan Pengembangan Sosial (Yanbangsos) dan Dinas Kesehatan Pemprov Jawa Barat pada 21 April 2020.

“Kami sampaikan, kami lakukan secara informal dan hasilnya 100% berhasil,” yakin Asep.

Jamu Anti Virus Corona Dibuat dari Bahan Alami

Menurut Asep, jamu AVC terbuat 100 persen bahan alami. Oleh karena itu, pihaknya meyakini bahwa jamu anti virus covid-19 ini tanpa efek samping dalam penggunaannya.

Saat ini, tambah dia, timnya sedang berproses ke BPOM di Direktorat Pelayanan Kesehatan Tradisional (Kestrad) Kementerian Kesehatan agar memperoleh lisensi edar. Harapannya, jamu AVC dapat diedarkan untuk segera digunakan mencegah dan mengobati Covid-19 di Indonesia.

Baca – Vietnam Bebas dari Corona, Bagaimana Caranya?

“Harapan kita semua agar badai pandemi covid-19 segera berlalu. Kita bisa kembali memaknai hari-hari kita secara lebih optimistis lagi ke depan,” jelas Asep seperti dikutip oleh liputan6.com.

Muhammadiyah Menganjurkan Shalat Id di Rumah

Dengan makin dekatnya Idul Fitri, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menganjurkan pelaksanaan Shalat Idul Fitri (id) di rumah.

Alasannya, untuk keselamatan kawasan dengan tingkat penularan virus Corona atau Covid-19 yang tinggi sebagaimana ditetapkan otoritas berwenang.

“Pelaksanaan shalat id di rumah tidak membuat ibadah baru. Shalat id di rumah bersama anggota keluarga. Caranya sama seperti shalat id di lapangan,” demikian penjelasan Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syamsul Anwar di Jakarta, Jumat (15/5/2020).

Dia mengatakan, pelaksanaan Shalat Idul Fitri seharusnya dilakukan di area publik. Misalnya di lapangan seperti dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW.

Tetapi karena ada halangan wabah corona, maka dilakukan pengalihan tempat Shalat Id ke rumah.

Menurut dia, meniadakan Shalat Idul Fitri di lapangan dan di masjid tidaklah berarti mengurangi perintah agama. Sebab, shalat id dilakukan di rumah karena ada ancaman Covid-19.

Baca – 5 Cara Ampuh Menurunkan Darah Tinggi dengan Bawang Putih

“Dibolehkan shalat id di rumah bagi yang menghendaki, pertimbangannya agar umat selalu memperhatikan kemaslahatan manusia. Yakni, perlindungan diri, agama, akal, keluarga dan harta benda,” kata dia.

MUI: Boleh Shalat Id di Masjid atau Lapangan dengan Syarat

Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mengeluarkan fatwa tentang pelaksanaan shalat Idul Fitri 1 Syawal 1441 H.

Isi fatwa menyatakan bahwa umat muslim boleh shalat id di masjid atau lapangan yang kondisi wabah corona (covid-19) di wilayahnya terkendali. Maksudnya, perkembangan wabah corona di wilayah itu mulai ada tren menurun.

Atau wilayahnya itu sama sekali tidak ada kejadian orang positif terkena virus corona. Dengan demikian, aman dari virus corona (covid-19) atau bebas dari virus covid-19.

Kutipan lengkap fatwa MUI Nomor 28 tahun 2020 itu adalah:

“Jika umat Islam berada di kawasan Covid-19 yang sudah terkendali pada saat 1 Syawal 1441 H, yang salah satunya ditandai dengan angka penularan menunjukkan kecenderungan menurun dan kebijakan pelonggaran aktivitas sosial yang memungkinkan terjadinya kerumunan berdasarkan ahli yang kredibel dan amanah, maka shalat Idul Fitri dilaksanakan dengan cara berjamaah di tanah lapang, masjid, mushala, atau tempat lain.”

Tetapi bagi umat Islam yang tinggal di kawasan dengan penyebaran Covid-19 belum terkendali, shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah.

” Shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjamaah bersama anggota keluarga atau secara sendiri. Terutama jika ia berada di kawasan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali.”

Baca – Hindari 7 Makanan Penyebab Asam Lambung Naik ke Dada

Pelaksanaan shalat Idul Fitri di masjid atau di rumah, semua harus tetap sesuai dengan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya potensi penularan.

Demikian berita terbaru berkaitan dengan perkembangan virus corona (covid-19) dan penyelenggaraan shalat id. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *