Kanker Paru – Hati-hati Jika Batuk Lebih dari Dua Minggu

Diposting pada

MENINGGALNYA Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho membuat banyak orang kembali memperbincangkan tentang kanker paru.

Kanker paru atau kanker paru-paru juga cukup ganas. Yang perlu diwaspadai, kanker paru sering tidak menunjukkan gejala. Artinya, pada awalnya penderita selalu merasa sehat. Tidak ada gejala apa pun yang menunjukkan bahwa penderita kena kanker paru.

Seperti kasus almarhum Sutopo Purwo Nugroho. Saat diketahui bahwa dia terkena kanker paru, penyakit sudah pada stadium 4. Akibatnya, upaya pengobatan atau penyembuhan sudah terlambat.

Maka, kita perlu hati-hati sejak awal. Antara lain jangan sering merokok atau dekat dengan orang merokok.

Dekat orang merokok bisa kena kanker paru karena mereka ikut menghisap asap rokok dari orang yang sedang merokok di dekatnya.

Tentu saja, baik perokok maupun orang yang sering terpapar (terkena) asap rokok dari orang lain yang merokok harus lebih sadar.

Kondisi itu bisa membuat seseorang terkena kanker paru, kata dokter patologi klinik dari RS St Carolus, dr Betia M Bermawi, SpPK, seperti dikutip health.detik.com.

kanker paru-paru
cek hasil radiologi kanker paru-paru (foto:aura.tabloidbintang.com)

Harus Menjalani Tiga Pemeriksaan untuk Memastikan Adanya Kanker

Tidak hanya orang dewasa atau orang tua usia di atas 40 tahun. Usia lebih muda juga bisa kena kanker paru.

Dokter Betia M Bermawi pun menyarankan jika kita menderita batuk lebih dari dua minggu, kita harus wasapada. Cara terbaik adalah periksa dokter. Bukan hanya minum obat batuk yang dibeli bebas tanpa resep dokter.

Ada tigas jenis pemeriksaan yang biasanya dilakukan dokter. Yakni, pemeriksaan paru melalui rontgen, pemeriksaan dahak dan tes darah untuk memastikan ada tidaknya penyakit kanker.

Tujuan tes dahak untuk mengetahui apa penyebab batuk yang dialami penderita. Apakah itu karena alergi, infeksi atau karena kanker.

Jika batuk terjadi akibat alergi atau infeksi, maka pasien umumnya tidak diharuskan tes darah. Semua pemeriksaan itu diperlukan agar bisa diketahui secara pasti kondisi penyakit pasien.

Siapa yang Paling Rentan Terkena Kanker Paru-paru?

Tentu saja, seperti telah disinggung di atas, mereka yang paling rentan terkena sakit kanker paru-paru adalah mereka yang sering merokok atau perokok aktif.

Tetapi, orang yang pernah merokok juga bisa terkena kanker paru. Meski tidak serentan dengan perokok aktif. Berikutnya adalah mereka yang sering terpapar atau terkena asap rokok dan menghirupnya. Walaupun tidak disengaja.

Kondisi demikian terjadi karena asap rokok atau rokoknya sendiri mengandung 60 lebih zat beracun yang bisa menyebabkan terjadinya kanker.

Zat beracun antara lain nikotin dan tar. Dua zat yang sudah akrab dengan masyarakat umumnya. Artinya, banyak orang tahu bahwa rokok itu berbahaya untuk kesehatan karena zat nikotin dan tar.

Sayangnya, banyak juga orang yang tetap merokok. Bahkan, diantara mereka adalah anak-anak muda milenial. Mereka tidak menghiraukan adanya zat berbahaya yang bisa menyebabkan kematin dari kebiasaan merokok.

Pada awalnya merokok memang tidak berefek buruk pada kesehatan. Mereka menganggap bahwa mereka tetap sehat. Efek buruk baru terjadi sekian tahun kemudian. Yakni, sesudah kerusakan pada jaringan paru-paru makin parah.

Baca Juga: Makanan Penyebab Kanker Serviks Vs Makanan Pencegah Kanker Serviks

Sel-sel akhirnya beraksi secara tidak normal dan tidak terkendali. Lalu, munculnya penyakit mematikan, yakni kanker paru.

Penyebab Kanker Paru Lainnya

Selain rokok dan asap rokok, kanker paru-paru juga bisa diakibatkan oleh faktor lain. Ada beberapa penyebab kanker paru lainnya yang juga perlu Anda waspadai, yakni:

1. Ada anggota keluarga yang pernah kena kanker paru-paru. Maka, Anda harus hati-hati. Caranya, menghindari cara hidup yang bisa menyebabkan kanker paru seperti merokok.

Selain itu, juga harus selalu menjalani pola hidup sehat. Selalu mengonsumsi makanan minuman yang sehat, olahraga, tidak stres, dsb.

2. Lingkungan kerja yang bergelut atau bekerja dengan bahan kimia berbahaya. Misalnya arsen, nikel, batubara, dsb. Bahan kimia yang terhirup juga bisa menyebabkan kerusakan paru.

Solusinya, prosedur keselamatan kerja harus dijalankan dengan baik. Pekerja harus selalu memperhatikan kesehatan dan keselamatan yang ekstra tinggi. Secara berkala periksa dokter.

3. Polusi udara yang diakibatkan oleh asap dari pabrik atau asap kendaraan bermotor. Maka hati-hati saat berada di jalan raya, terutama pengendara motor dan pejalan kaki di lokasi jalan raya.

Dengan tingginya pemakaian kendaran bermotor, baik mobil, sepeda motor ataus bus, asapnya bisa makin pekat. Maka, Anda harus melindungi diri saat berada di jalan raya supaya tidak terkena paparan asap kendaraan bermotor. Misalnya selalu mengenakan masker.

Penutup

Demikian artikel mengenai penyakit kanker paru dan penyebabnya. Yang lebih pentinh tentu saja cara menghindari penyebab kanker paru-paru biar kita tidak terkena penyakit kanker yang mematikan itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *