Cara Mudah Menyembuhkan Luka Diabetes Biar Tidak Diamputasi

Diposting pada

HATI-HATI dengan luka diabetes. Penyembuhannya sering berlangsung lama. Tidak jarang, akhirnya organ tubuh yang menderita luka harus dipotong (diamputasi). Mengapa demikian?

Salah satu penyebab luka diabetes sulit disembuhkan karena aliran darah pembawa oksigen mengandung zat gula yang tinggi. Ini bisa membuat kebutuhan darah yang mampu menyembuhkan luka tidak mencukupi kebutuhan.

Apalagi pembuluh darah arteri telah menyempit akibat gula darah yang tinggi. Aliran darah pembawa oksigen sampai ke bagian tubuh yang luka menjadi tidak bisa lancar. Ini membuat proses penyembuhan luka diabetes tidak bisa berjalan dengan baik.

Akibatnya, ya luka Anda tidak bisa atau sulit disembuhkan. Bahkan, jika lukanya parah, organ tubuh yang luka harus diamputasi supaya diabetes tidak menyebar luas dan membuat penyakit diabetes Anda makin parah.

Selalu Mengenakan Sandal Diabetes biar Tidak Kena Luka

Salah satu cara terbaik bagi penderita diabetes adalah menghindari terjadinya luka. Bagaimana caranya? Anda sebaiknya selalu mengenakan sandal atau sepatu diabetes.

Ini sangat penting. Dengan cara ini, Anda bisa meminimalkan risiko mendapatkan luka. Banyak penderita diabetes yang mudah mendapatkan luka di bagian kaki.

Berjalan dan menginjak kerikil agak runcing pun bisa mendapatkan luka. Kian lama, luka bisa menjadi besar.

Repotnya, banyak penderita diabetes yang tidak tahu bahwa di kakinya ada luka akibat terkena suatu benda. Karena telah terjadi komplikasi pada sebagian anggota tubuhnya akibat diabetes, maka mereka tidak merasakan sesuatu ketika ada luka di kaki, misalnya.

Adanya luka diabetes disadari setelah kondisi lukanya parah. Atau mereka tahu tetapi dianggapnya itu luka biasa dan nanti sembuh sendiri.

Karena kondisi luka sudah parah, tentu penyembuhannya tidak mudah. Tidak jarang, akhirnya dokter memutuskan agar bagian tubuh yang luka harus diamputasi atau dipotong.

Tentu saja, cara ini ditempuh jika tidak ada jalan lain untuk menyembuhkan luka pasien. Jika masih ada jalan lain, dokter akan menghindari tindakan amputasi.

Cara Menghindari Tindakan Amputasi

Jika Anda mengetahui adanya luka diabetes sudah terlambat, apa yang harus Anda lakukan? Bagaimana supaya luka diabetes Anda sembuh tanpa harus dilakukan amputasi?

Ya, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan agar terhindar dari tindakan amputasi. Berikut ini beberapa tindakan yang perlu Anda lakukan, yaitu:

1. Jangan mengonsumsi daging dengan lemak. Jika ingin mengonsumsi daging, pilih daging tanpa lemak. Ini adalah daging yang sehat untuk Anda.

2. Sering mengonsumsi buah, sayuran, makanan berserat dan biji-bijian. Buah terbaik untuk mengatasi diabetes adalah kiwi, ceri, jambu biji, persik, apel, nanas, pir, pepaya, dsb.

Makanan berserat tinggi antara lain buah, sayuran, roti gandum, sereal gandum, oat, barley, dan pasta gandum. Konsumsi makanan berserat lakukan bertahap, bukan secara drastis.

Serat sangat baik untuk penderita diabetes karena dapat mengontrol kadar gula darah Anda. Makanan yang mengandung serat tinggi jenis ini antara lain apel, pir, buah sitrus, wortel, oat, dan kacang-kacangan.

3. Lakukan perawatan luka diabetes dengan baik. Caranya, bersihkan luka dengan air mengalir. Lalu, bersihkan sekitar luka dengan menggunakan sabun tiap hari. Setelah kering, oleskan salep antibiotik. Tutup luka dengan kasa atau perban steril.

Jangan memijat di area sekitar luka diabetes. Apabila lukanya di telapak kaki, maka beri bantalan empuk biar luka tidak terasa sakit ketika menginjak sesuatu.

4. Usahakan agar gula darah Anda bisa terus turun sehingga penyembuhan luka menjadi mudah. Menurunkan gula darah dengan minum obat, olahraga dan diet diabetes.

Diet diabetes maksudnya menghindari makanan minuman yang bisa menyebabkan kadar gula darah naik. Sebaiknya, mengonsumsi makanan dan buah penurun gula darah (no 2).

5. Mengonsumsi obat. Ya, obat medis, obat herbal atau obat tradisional sesuai dengan kebutuhan.

6. Hindari konsumsi produk olahan tinggi gula dan soda manis.

7. Periksa kadar gula darah Anda secara teratur. Anda sebaiknya punya alat ukur gula darah digital sehingga bisa mengecek kadar gula darah Anda setiap saat.

Dengan punya alat cek gula darah sendiri, Anda tidak perlu ke laboratorium kesehatan. Menghemat waktu, tenaga, dan biaya.

8. Jika Anda perokok, maka berhentilah merokok. Ini akan mempermudah usaha menurunkan gula darah dan menyembuhkan diabetes.

luka diabetes
cara merawat luka diabetes

Cara Menghindari Terjadinya Luka Baru

Selain menyembuhkan luka diabetes yang ada, Anda juga harus mencegah terjadinya luka diabetes yang baru. Ini tidak kalah penting untuk Anda perhatikan. Sebab, jika muncul luka baru, tentu akan memperlambat upaya penyembuhan penyakit diabetes Anda.

Caranya?

1. Hati-hati gunakan gunting

Hati-hati ketika menggunakan alat runcing seperti gunting, pisau, alat pemotong kuku, dsb. Jika salah pakai dan menimbulkan luka, maka itu akan menjadi penghambat penyembuhan diabetes Anda.

2. Cek luka Anda

Anda perlu selalu mengecek luka, terutama di telapak kaki. Sebab, luka di tempat itu sering tidak Anda perhatikan. Apalagi, telapak kaki Anda sudah mati rasa akibat kerusakan saraf yang timbul karena diabetes. Dengan sering mengecek luka, Anda bisa tahu jika ada luka baru dan segera mengobatinya.

3. Cek gula darah

Anda perlu rutin periksa dokter untuk mengetahui perkembangan gula darah Anda. Periksa kaki dan anggota tubuh lain. Dokter bisa memeriksa tanda-tanda awal kerusakan saraf, sirkulasi darah yang buruk, atau luka yang terinfeksi. Hasilnya tentu bisa mempercepat penyembuhan diabetes Anda.

Penutup

Penyakit diabetes memerlukan perhatian besar dari kita semua. Ada dua hal yang dihadapi penderita diabetes. Yaitu, menyembuhkan luka diabetes dan menurunkan gula darah sampai ke posisi normal. Dua hal itu harus dilakukan bersamaan. Semoga Anda bisa sukses mengatasi luka diabetes dan sekaligus menurunkan gula darah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *