Hindari 5 Pantangan Makanan untuk Penderita Skoliosis

Diposting pada

ANDA menderita skoliosis atau tulang belakang bengkok (melengkung)? Anda sebaiknya menghindari pantangan makanan untuk penderita skoliosis. Dengan cara itu, Anda bisa segera sembuh dari penyakit skoliosis.

Menghindari makanan pantangan sangat penting untuk sakit apa pun. Cara ini akan membantu mempercepat kesembuhan sakit Anda.

Anda bisa coba. Rasakan perbedaannya. Menghindari pantangan makanan berarti mengurangi penyebab sakit.

Lantas, makanan apa saja yang harus Anda hindari biar penyakit skoliosis bisa segera teratasi? Berikut daftar pantangan makanan untuk penderita skoliosis.

Daftar 5 Pantangan Makanan untuk Penderita Skoliosis 

Berikut ini daftar 5 kelompok pantangan makanan untuk penderita skoliosis yang harus Anda hindari biar penyakitnya tidak makin parah.

1. Protein Hewani (Daging Sapi, Daging Ayam, dsb)

pantangan makanan untuk penderita skolisis

Selama penyakit tulang belakang masih sakit (bengkok), Anda sebaiknya tidak mengonsumsi protein hewani. Yakni, daging sapi, daging ayam, daging kambing, telur, susu, leki, yoghurt, ikan laut, dsb.

Sebagai gantinya, Anda bisa mengonsumsi protein non hewani seperti tahu, tempe, dan kedelai. Dengan mengonsumsi banyak protein, senyawa sulfat bisa membuat kalsium keluar dari tulang.

2. Kafein (Minuman Kopi, Teh, dsb.)

Mengonsumsi kafein bagi penderita penyakit skoliosis adalah larangan. Jika ingin sembuh dari sakit tulang belakang, Anda harus berhenti dari kebiasaan minum kopi atau minuman teh.

Sebuah penelitian yang dilakukan Swedish Department of Toxicology’s National Food Administration, menemukan bahwa orang yang sering mengonsumsi kafein 4 cangkir per hari akan menderita kerusakan tulang belakang.

Apalagi bagi Anda yang pernah melakukan operasi tulang belakang. Minum minuman berkafein harus dihindarkan. Ya, biar sakit tulangnya tidak kambuh lagi.

Selain minuman kopi dan minuman teh, makanan minuman yang mengandung kafein adalah minuman bersoda, minuman berenergi, dark chocolate, proyein bar, es krim, dan kuaci.

3. Vitamin A dalam Jumlah Besar

Penderita penyakit skoliosis juga harus menghindari konsumsi vitamin A dalam jumlah besar. Sebab, kelebihan vitamin A bisa mengakibatkan patah tulang.

Ya, Anda tetap boleh mengonsumsi vitamin A tetapi jangan banyak-banyak dan tidak tiap hari. Vitamin A sesungguhnya menyehatkan. Hanya penderita skoliosis harus menghindari.

Makanan dengan vitamin A antara lain tomat, wortel, labu, kale, bayam, paprika merah, seledri dan selada. Pepaya, aprikot, jeruk bali, mangga, melon, dan plum. Susu, keju, hati ayam, hati kalkun, hati sapi dan hati domba.  dan semacamnya.

4. Garam, Pantangan Makanan untuk Penderita Skoliosis

Hampir semua masakan memerlukan garam. Tanpa garam, masakan tak akan terasa nikmat. Tetapi bagi penderita skoliosis, darah tinggi, mengonsumsi garam harus dibatasi. Boleh tetapi sedikit saja.

Ya, Anda tetap boleh mengonsumsi garam karena kandungan natrium kloridanya penting untuk kesehatan tubuh. Tetapi dalam jumlah terbatas. Anda bisa menyesuaikan dengan kondisi sakit Anda.

5. Minuman Beralkohol

Penderita penyakit skoliosis disarankan tidak minum alkohol. Sebab, cara kerja alkohol bisa mengganggu penyerapan kalsium dan vitamin D.
Tidak hanya penderita soliosis. Penderita radang sendi, penderita pengapuran tulang, prang yang habis menjalani operasi tulang belakang, juga harus menghindari alkohol.

6. Minuman Bersoda

Ada penelitian yang mengukur kepadatan mineral tulang punggung dan tulang panggul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minuman bersoda dan diet soda bisa mengakibatkan tulang pada wanita keropos. Tentu saja, pengeroposan tulang akan menyebabkan konidisi penyakit skolosis makin buruk.

Bagaimana Cara Mengatasi Skoliosis

Ada beberapa cara mengatasi atau terapi skoliosis. Antara lain dengan melakukan senam atau olahraga, yakni:

1. Melakukan Senam

Anda bisa mengatasi penyakit skoliosis dengan melakukan senam. Gerakan senam membuat otot untuk aktif. Dengan melakukan senam otot, tulang belakang dapat terangsang perlahan dan terdorong kembali pada posisi semula.

Walaupun tidak bisa secara langsung. Artinya, memerlukan waktu untuk terus melakukan senam.

2. Olahraga Berenang

Berenang juga merupakan jenis olahraga yang sangat baik untuk mengatasi penyakit tulang belakang melengkung atau bengkok. Apalagi renang yang menitikberatkan pada punggung.

Dengan renang, Anda bisa mengurangi rasa nyeri akibat sakit skoliosis. Selain itu, berenang juga bisa menguatkan lutut lemas yang sangat dianjurkan.

3. Olahraga Yoga

Yoga juga bisa Anda lakukan sebagai cara mengatasi skoliosis. Tetapi pelaksanaan olahraga ini lebih berat dibandingkan dengan dua yang sudah disebutkan.

Ini tidak lain karena Anda belum biasa. Gerakan-gerakan terasa berat hanya pada hari-hari awal mulai senam. Jika sudah satu minggu, tubuh merasa biasa dan rasa sakit hilang.

Gerakan yoga memang paling efektif untuk mengatasi penyakit skoliosis. Walaupun yoga tidak bisa mengembalikan posisi tulang belakang yang lurus sampai 100%. Tetapi, pembengkokan tulang berkurang dan tidak ada lagi rasa sakit dan nyeri.

Selain itu, Anda juga bisa mengatasi penyakit skolisis (tulang belakang bengkok) dengan memperbaiki cara tidur. Baca selengkapnya tentang posisi tidur yang tepat untuk penderita skoliosis. 

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *