Pasien Sembuh dari Covid-19 Makin Banyak, Apa Faktornya?

Diposting pada

KITA tentu merasa senang bahwa angka atau jumlah pasien sembuh dari covid-19 atau virus corona makin banyak. Kamis, 2 Juli 2010 diumumkan kasus sembuh harian bertambah 1.072.

Dengan penambahan itu, jumlah orang yang sembuh dari virus corona menjadi 26.667 orang. Pernyataan sembuh diberikan setelah yang bersangkutan menjalani swab test dua kali.

Demikian keterangan Juru Bicara Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto ketika menjelaskan perkembangan baru mengenai penanganan korban virus corona atau covid-19.

Walaupun persentase kesembuhan nasional masih di bawah rata-rata dunia, tetapi angka kesembuhan (jumlah orang yang sembuh dari corona) di beberapa provinsi dalam seminggu terakhir sudah mencapai lebih dari rata-rata global (dunia).

“Jika diteliti lebih lanjut, malah sebenarnya ada 18 provinsi yang persentase kesembuhan pasien di atas angka rata-rata dunia, yakni di atas 54,23 persen.

Baca – 6% Anak Sekolah Bisa Masuk Lagi – Ada Empat Syarat

“Bahkan ada 13 provinsi yang jumlah pasien sembuh di atas 70 persen,” kata Yuri di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta.

pasien sembuh dari covid-19

Daftar 13 Provinsi dengan Pasien Sembuh di Atas 70%

Berikut adalah daftar 13 provinsi yang jumlah pasien sembuh mencapai 70% lebih. Yaitu:

1. Sumatera Barat 81,1 persen
2. Riau 73,5 persen
3. Bengkulu 71,2 persen
4. Lampung 97,3 persen
5. Bangka Belitung 86,8 persen.
6. Kepulauan Riau 81,6 persen
7. DI Yogyakarta 85,3 persen
8. Kalimantan Barat 81,9 persen
9. Kalimantan Timur 73,7 persen
10. Kalimantan Utara 75,5 persen
11. Sulawesi Tengah 82,3 persen
12. Gorontalo 80,2 persen
13.Sulawesi Barat 72,8 persen.

Baca – Susu Penambah Berat Badan Bayi Usia 6 – 12 Bulan

Dua Penyebab Jumlah Pasien Sembuh Bisa Tinggi

Menurut Yurianto, angka kesembuhan tinggi bisa dicapai akibat provinsi-provinsi tersebut menemukan kasus COVID-19 secara dini.

Dengan demikian, saat ditemukan penderita covid baru, tingkat penyakit masih ringan atau sedang. Ini membuat mereka bisa cepat ditangani dan penyembuhan masih lebih mudah karena penyakitnya belum berat.

“Kesembuhan ini bisa dicapai, karena memang secara dini kita bisa menemukan kasus COVID-19 terkonfirmasi dengan gejala ringan-sedang. Mereka itu bisa sembuh karena segera ditangani di rumah sakit,” jelas Yuri.

Maka, mengikuti pemeriksaan deteksi penderita covid-19 sangat penting. Dengan mengikuti pemeriksaan aparat kesehatan, kita bisa tahu apakah diri kita sehat atau telah terinfeksi virus corona. Jika diketahui telah positif kena virus, bisa cepat ditangani sehingga penyembuhannya bisa lebih mudah.

Ini harus dijelaskan kepada masyarakat, khususnya penghuni area yang rawan kena penyebaran covid-19. Misalnya di pasar-pasar, stasiun kereta api, terminal angkutan, angkutan umum seperti kereta api, bus, dsb.

Selain selalu menerapkan protokol (aturan) kesehatan, mereka bersedia mengikuti tes covid-19. Bukan malah lari menghindari pemeriksaan.

Sebelum mengikuti tes kesehatan dan dinyatakan negatif, seseorang tidak bisa menyatakan diri saya sehat, saya tak kena corona. Bahkan, marah kepada petugas dengan alasan sehat kok harus mengikuti pemeriksaan covid-19.

Seseorang bisa mengatakan dirinya bebas corona atau terjangkit corona setelah melalui pemeriksaan atau tes petugas. Itu pun, pemeriksaannya tidak cukup sekali.

Bisa jadi, saat diperiksa awal dinyatakan negatif. Tetapi dari pemeriksaan terakhir dengan swab, seseorang dinyatakan positif terkena covid-91.

Saat yang bersangkutan diminta masuk rumah sakit untuk mendapatan perawatan, malah marah dan menolaknya. Bahkan mengancam akan menularkan sakitnya ke orang lain dan tetangga.

Padahal, dengan mengikuti peratawan di rumah sakit, kemungkinan besar dia bisa sembuh karena sakitnya belum parah. Biaya perawatan di rumah sakit pun gratis.

Beberapa Faktor Yang Membuat Angka Pasien Covid-19 Sembuh Makin Banyak 

Selain itu, kata Yurianto, ada beberapa faktor lain yang berperan untuk meningkatkan jumlah pasien COVID-19 sembuh. Antara lain perawatan di rumah sakit yang makin baik dan respons masyarakat semakin bagus.

Hal-hal tersebut dinilainya sebagai kunci bagi peningkatan angka kesembuhan COVID-19. Dari hari ke hari jumlahnya makin banyak.

“Kita bersyukur bahwa banyak sekali pasien yang sudah sembuh dari covid-19. Perhatian rumah sakit terhadap rawatan pasien menjadi lebih baik. Kalau kita lihat beban layanan rumah sakit rata-rata nasional 55,6 persen.

“Dengan angka itu, sumber daya yang ada, termasuk tenaga kesehatan, dapat melayani pasien secara optimal,” tutur Yurianto .

Respons masyarakat meningkat lebih baik dalam menghadapi pandemi COVID-19 tak hanya tampak pada kasus-kasus ringan sedang. Tetapi, juga pada kelompok berisiko seperti individu dengan penyakit komorbid.

Kini, pasien covid-19 dengan penyakit komorbid juga relatif lebih sedikit. Inilah yang jadi faktor angka sembuh ini menjadi semakin banyak.

Yuri mengakui bahwa kesembuhan tersebut tidak bisa didapat secara instan. Ada proses penyembuhan yang harus dilalui. Yang penting dilakukan dengan baik dan dilakukan bersama. Kita pasti bisa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *