Pemanis Buatan Berbahaya – Ikuti Aturan Cara Mengonsumsinya

Diposting pada

HATI-HATI dengan pemanis buatan berbahaya. Saat membeli makanan kemasan, Anda hendaknya meneliti apakah makanan yang akan Anda konsumsi mengandung pemanis buatan yang tidak sehat.

Tidak semua pemanis buatan berbahaya. Ada beberapa yang bagus dan sehat sehingga Anda bisa mengonsumsinya. Kenyataannya memang ada makanan manis tetapi tidak membahayakan kesehatan Anda.

Salah satu pemanis buatan yang aman adalah gula stevia, gula yang dibuat dari daun stevia.
Kini, akan kita kenali berbagai merk pemanis buatan berbahaya. Pemanis buatan apa saja yang harus kita hindari?

Daftar Beberapa Pemanis Buatan Berbahaya untuk Kesehatan Anda

pemanis buatan berbahaya

(foto:kagamatp.com)

Berikut ini daftar pemanis buatan yang berbahaya bagi kesehatan. Bisa menimbulkan kepala pusing, obesitas (kegemukan), sakit kepala migrain, bahkan bisa mengakibatkan sakit jantung.

Apalagi makannya berlebihan. Karena mengonsumsi makanan yang menggunakan pemanis buatan ini terasa nyaman, banyak orang yang ingin makan lagi dan makan lagi. Bisa menimbulan efek samping kegemukan, diabetes, gagal ginjal, dsb.

1. Aspartame – Mengandung Pemicu Kanker

Dunia industri makanan khususnya sudah lama menggunakan pemanis buatan ini. Setidaknya ada 6000-an produk makanan dan minuman yang menggunakan gula buatan ini. Selain itu, ada sekitar 500 obat-obatan yang menggunakan pemanis buatan ini.

Dulu, penggunaan pemanis buatan ini memang telah disetujui oleh FDA atau Pengawas Makanan dan Obat di Amerika. Tetapi, berbagai penelitian belakangan menemukan bahwa ada sifat karsinogen (pemicu kanker) dalam aspartame.

2. Sukralosa – Mengandung Zat Kimia Berbahaya

Sesungguhnya sukralosa juga berasal dari gula. Tetapi, pemanis buatan ini mengandung klorin. Padahal, klorin adalah zat kimia paling berbahaya.

Pada awalnya pembuatan sukralosa tidak dimaksudkan untuk keperluan konsumsi. Penelitian perdananya untuk mencari insektisida jenis baru.

Tidak jelas prosesnya bahwa zat sukralosa juga ditemukan di dalam makanan. Rasa sukralosa 600 kali lebih manis daripada gula biasa. Bahkan ditemukan juga beberapa produk minuman dan makanan yang menggunakan sukralosa.

3. Acesulfame K di dalam Permen, Yogurt

Pemanis buatan berbahaya lainnya adalah acesulfame K. Pemanis ini tersusun dari garam potasium yang mengandung metilena klorida.

Anda bisa menemukan pemanis buatan ini di dalam permen karet berlabel ‘sugar-free’, minuman beralkohol, permen, dan yogurt. Dalam prakteknya, acesulfame K sering dipadukan dengan aspartame atau pemanis non-kalori lainnya.

Berbagai penelitian menemukan penggunaan pemanis buatan ini dalam jangka panjang bisa memunculkan rasa mual, gangguan mood, kanker, kerusakan liver (hati), kerusakan fungsi ginjal,
penglihatan menurun, dsb.

Dalam prakteknya, acesulfame K sering digunakan untuk menambah rasa manis pada makanan. Tetapi, pemanis ini tidak mudah dicerna oleh pencernaan. Jika dikonsumsi dikhawatirkan akan berdampak negatif pada sistem metabolisme.

4. Sakarin pada Obat untuk Anak-anak

Sakarin juga termasuk pemanis buatan berbahaya. Bisa menyebabkan kanker kandung kemih. Semula FDA Amerika minta berhati-hati menggunakan sakarin. Tetapi, belakangan peringatan itu dicabut.

Meskipun demikian, berbagai penelitian tetap berlanjut. Bahkan, penelitian menemukan banyak obat untuk anak menggunakan pemanis buatan ini.

Misalnya sirup obat batuk, obat sakit kepala rasa manis bagaikan permen, dsb. Beberapa ahli yakin sakarin bisa menyebabkan mual, gangguan pencernaan, denyut jantung abnormal, alergi terhadap matahari, dan kanker.

5. Xylitol – Konsumen Bisa Kembung

Xylitol adalah pemanis buatan yang mengandung alkohol dan sulit diserap oleh tubuh. Selain berisiko terjadinya alergi, pemanis buatan ini juga bisa membuat konsumen menderita kembung, kram, hingga diare.

Pemanis Buatan Berbahaya – Batasan Pamanis Buatan yang Aman Dikonsumsi

Sebenarnya seberapa besar pemanis buatan aman untuk dikonsumsi?

FDA menyatakan bahwa jumlah konsumsi harian pemanis buatan umumnya dalam masyarakat

tidak melewati batas yang ditentukan. Selama konsumsinya tidak melebihi ketentuan tidak akan ada masalah.

Berikut daftar batasan konsumsi pemanis buatan di Indonesia seperti dimuat di klikdokter.com.

Aspartam

Intensitas rasa manis: 200 kali gula pasir
ADI: 50 mg/kg berat badan/hari (setara dengan 75 saset pemanis)

Kalium Acesulfame

Intensitas rasa manis: 200 kali gula pasir
ADI: 15 mg/kg berat badan/hari (setara dengan 23 saset pemanis)

Neotam

Intensitas rasa manis: 7.000-13.000 kali gula pasir
ADI: 0,3 mg/kg berat badan/hari (setara dengan 23 saset pemanis)

Sakarin

Intensitas rasa manis: 300 kali gula pasir
ADI: 15 mg/kg berat badan/hari (setara dengan 15 saset pemanis)

Stevia

Intensitas rasa manis: 200-400 kali gula pasir
ADI: 4 mg/kg berat badan/hari (setara dengan 9 saset pemanis)

Sukralosa

Intensitas rasa manis: 600 kali gula pasir
ADI: 5 mg/kg berat badan/hari (setara dengan 23 saset pemanis)

Yang penting Anda mengonsumsinya tidak berlebihan. Maka, pemanis buatan bisa menurunkan berat badan dan mengendalikan gula darah (penyakit diabetes).

Konsumsi pemanis buatan cukup 2-3 saset per hari. Atau tidak melebihi batas ADI.

Pada dasarnya, konsumsi pemanis buatan boleh-boleh saja. Asalkan masih dalam jumlah yang dianjurkan dan tak melebihi batas ketentuan ADI.

Semoga artikel mengenai pemanis buatan yang berbahaya ini bermanfaat untuk Anda semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *