Pengalaman Veneer Gigi yang Perlu Anda Hindari

Diposting pada

PENGALAMAN adalah guru terbaik. Pepatah lama itu masih relevan dengan masa kini, termasuk dalam pemasangan veneer gigi. Pengalaman veneer gigi bukan melalui dokter patut mendapat perhatian biar kita tidak mengalami hal yang sama.

Berkaca pada pengalaman orang lain menjadi sangat penting karena pasang veneer gigi tidak murah. Apalagi jika pasang veneer di dokter terkenal atau dokter luar negeri. Woww.. biayanya bisa selangit.

Nah, jika tidak ada dana besar, ya lebih baik mencari cara lain yang tidak menguras isi kantong. Meskipun prosesnya lama dan tidak seputih veneer yang ditangani oleh dokter.

Setelah dipasang, veneer tidak bisa dilepas begitu saja. Kalau dilepas harus diganti veneer yang baru.

Pengalaman Pasang Veneer Gigi untuk Kerapian dan untuk Gaya-gayaan

pengalaman veneer gigi

Berikut ini penuturan dari mereka yang punya pengalaman veneer gigi. Misalnya Natasha Mokalu (28), seorang Personal Assistant. Dia memasang veneer gigi untuk memperbaiki struktur giginya yang tidak rapi.

Jadi, dia memang veneer gigi untuk merapikan susunan giginya. Bukan untuk gaya-gayaan atau sekadar mengikuti tren. Maka, dia memilih pasang veneer melalui seorang dokter gigi. Walaupun harga atau biayanya mahal.

Menurutnya, dia pasang veneer di dokter karena tidak ingin mendapatkan masalah di belakang hari. Tetapi, ingin pasang veneer dengan benar dan bisa berjalan sampai lama tanpa ada masalah di belakang hari.

Berapa biayanya? “Ya, biaya tak masalah. Harga Rp 15 juta per gigi tak apa. Yang penting aman. Aku tak ingin dapat masalah di belakang hari. Jadi, aku nggak mau sembarangan pasang veneer”, katanya seperti dikutip health.detik.com.

Dia menyarankan kepada mereka yang tidak punya dana cukup, ya jangan pasang veneer. Lebih baik cari cara lain. Misalnya melakukan bleaching gigi.

Pasang veneer di tukang gigi abal-abal memang lebih murah harganya, tetapi besar risikonya.

Semua Gigi Rusak setelah Pasang Veneer di Tukang Gigi

Pengalaman buruk dari pasang veneer gigi dialami oleh model dan bintang film Gusti Rosaline. Inginnya pasang veneer supaya giginya tampak rapi dan putih. Tetapi, yang didapatkan justru hampir semua giginya rusak.

Padahal, waktu itu dia menghabiskan sekitar Rp 40 juta untuk pasang veneer. Dia memang memasang veneer bukan pada dokter ahli, tetapi pada tukang gigi. Pertimbangannya karena harganya lebih murah.

Akhirnya, veneer harus dibongkar lagi dan diperbaiki. Tentu saja, dia harus kembali merogoh kocek cujup dalam untuk memperbaiki semua giginya yang rusak.

Saat pasang veneer, dia memang hanya tertarik pada temannya yang pasang veneer dan giginya putih bagus.

Lantas dia ikut saja. Tidak cari informasi lengkap dulu. Ya, kini dia sangat menyesal dengan pengalaman yang dia alami berkaitan dengan pasang vener gigi.

“Ya, konsultasi dulu sebelum pasang veneer. Dan, tidak semua gigi bisa dipasangi veneer,” katanya.

Perlu Perawatan Gigi Veneer Secara Ekstra

Dengan berbagai kejadian yang merugikan konsumen yang pasang veneer, kini banyak orang tidak sembarangan pasang gigi veneer. Lakukan dengan benar dan pilihlah dokter yang ahli untuk pasang veneer.

Harganya pun tidak setinggi langit seperti pada saat tren pasang gigi veneer muncul. Namun, Anda tetap harus hati-hati. Sebab, selain masalah pemasangan, gigi yang sudah dipasangi veneer juga perlu perawatan ekstra.

Baca – Biaya Menambal Gigi Depan yang Patah

Anda tidak bisa bebas seperti sebelum pasang veneer. Ya, untuk memiliki gigi yang putih bersih dan rapi memang tidak murah. Kecuali dari sananya sudah putih, rapi dan bersih. Itu adalah pemberian Tuhan yang harus disyukuri karena tanpa membayar sepeser pun.

Demikian artikel mengenai pengalaman veneer gigi. Semoga pengalaman buruk pasang veneer bisa menjadi pelajaran bagi siapa pun yang akan pasang vener untuk memutihkan giginya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *