APA saja penyebab diabetes melitus? Kita semua perlu mengetahui apa saja penyebab diabetes melitus supaya kita bisa menghindari penyakit akibat kadar gula darah (glukosa) tinggi. Sebab, jika kita sudah kena diabetes, ya ini adalah penyakit seumur hidup.

Artinya, Anda harus selalu hati-hati menjaga diri agar penyakit diabetes tidak kambuh atau sering melonjak tinggi. Kita harus berusaha membuat gula darah selalu stabil. Bukan sebaliknya, selalu dalam posisi tinggi.

Ini bukan perkara mudah. Terutama jika sakit diabetes yang Anda derita sudah kronis. Yang berat adalah menghindari makanan penyebab diabetes melitus.

Oleh karena itu, kita harus berusaha mencegah terjadinya sakit diabetes sejak dini. Bukan setelah kena penyakit, baru berusaha menanganinya. Cara itu tergolong terlambat.

Pengertian Diabetes Melitus – Penyebab Kematian Nomor 3 di Indonesia

penyebab diabetes melitus

(foto:rs-elisabeth.com)

Apakah diabetes melitus itu?

Diabetes melitus termasuk penyakit autoimun kronis. Diabetes terjadi akibat gangguan pengaturan kadar gula darah. Penyakit diabetes juga sering disebut sebagai penyakit gula atau kencing manis.

Ada dua jenis penyakit diabetes. Yaitu, diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2 (melitus). Diabetes tipe 1 menyerang anak-anak usia 4 – 7 tahun atau 10 – 14 tahun.

Diabetes tipe 1 merupakan penyakit keturunan. Penyakit ini terjadi karena ada orang tua atau saudara yang kena diabetes.

Pemicu lain dari diabetes tipe 1 adalah minum susu sapi dalam usia terlalu dini, mengonsumsi air yang mengandung natrium nitrat, sereal dan gluten.

Bagaimana dengan diabetes tipe 2 (melitus)? 

Berbeda dengan diabetes tipe 1, maka diabetes tipe 2 (melitus) ini menyerang penderita berbadan gemuk (obesitas), perut dengan lemak tinggi, kurang gerak dan tidak pernah berolahraga, ketika hamil menderita diabetes, punya keluarga yang sakit diabetes, dsb.

Pada bahasan selanjutnya kita fokuskan pada penyakit diabetes tipe 2 (melitus). Sebab, penderita penyakit gula umumnya adalah diabetes tipe 2. Bahkan, angkanya lebih dari 95%.

Ini berarti penderita diabetes tipe 1 sangat jarang. Yang terjadi umumnya adalah penderita diabetes melitus.

Penderita diabetes di Indonesia berdasarkan hasil riset 2018 adalah 10,3 juta jiwa. Diebetes menjadi penyebab kematian nomor 3 (6,7%). Penyebab kematian pertama adalah stroke 21,1% dan penyebab kematian kedua adalah jantung koroner 12,9%.

Penyebab Diabetes Melitus

Apa saja penyebab diabetes melitus?

Ada beberapa penyebab diabetes melitus yang menyerang tubuh Anda. Setelah mengetahui penyebab gula darah tinggi sepert akan diungkapkan berikut ini, maka Anda perlu menghindari penyebabnya. Yakni, sesuatu yang menyebabkan terjadinya sakit diabetes.

Misalnya, penyebab diabetes adalah makanan rasa manis. Maka, supaya diabetes Anda terkendali, ya Anda harus menghindari makanan rasa manis. Misalnya, menghindari minuman yang manis.

Berikut ini beberapa penyebab terjadinya penyakit diabetes, yakni:

1. Produksi insulin yang bertugas memproses gula darah menjadi energi tidak mencukupi (kurang). Antara lain karena kadar gula dalam darah yang tinggi atau produksi insulin yang rendah.

2. Respon tubuh terhadap insulin kurang atau lamban.

3. Rendahnya kinerja insulin yang bisa diakibatkan oleh pengaruh hormon.

Oleh karena itu, jika Anda menderita penyakit diabetes, hendaknya segera diatasi dengan baik dan tepat. Jika gula darah (glukosa) tidak diobati atau tidak diturunkan dengan cepat, maka bisa timbul berbagai komplikasi berbahaya.

Antara lain membuat pembuluh darah kecil di ginjal, jantung, mata, dan sistem saraf rusak. Kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya berbagai macam komplikasi. Bahkan bisa mengakibatkan kematian.

13 Gejala Penyakit Diabetes

Setelah mengetahui penyebab sakit diabetes, kini kita perlu tahu apa saja gejala penyakit diabetes. Mengetahui atau mengenali gejala diabetes juga sangat penting.

Dengan mengetahui gejalanya, Anda bisa mengobatinya sesegera mungkin. Pengobatan lebih dini tentu bisa menyembuhkan diabetes dengan cepat. Penyakit diabetes belum berat.

Data di Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa umumnya penderita diabetes terlambat berobat. Mereka datang ke dokter setelah sakitnya parah.

Bahkan, ada juga anggota badan harus diamputasi (dipotong) supaya luka diabetes tidak menjalar ke bagian tubuh yang lain.

Ini membuat proses pengobatannya tidak mudah dan memerlukan waktu yang lebih lama.
Berikut ini 13 gejala penyakit diabetes melitus, yakni:

1. Sering merasa haus, mulut terasa kering.

2. Sering buang air kecil, terutama pada malam hari.

3. Mudah merasa lapar sehingga sering merasa ingin makan.

4. Berat badan terus turun, tetapi tidak jelas apa penyebabnya.

5. Mudah merasa badan lemas dan lelah.

6. Pandangan mata kabur (tidak jelas).

7. Punya luka yang sulit sembuh untuk waktu lama.

8. Sering menderita gatal-gatal dan infeksi pada kulit, saluran kemih, gusi, atau vagina. Warna kulit gelap.

9. Terasa seperti terbakar, kaku, dan nyeri pada kaki.

10. Terjadi disfungsi ereksi atau impotensi.

11. Mudah tersinggung.

12. Menderita hipoglikemia reaktif. Hipoglikemia yang terjadi beberapa jam sesudah makan Ini terjadi karena produksi insulin yang berlebihan.

13. Ada bercak-bercak hitam di sekitar leher, ketiak, dan selangkangan. Ini tanda terjadinya resistensi insulin.

Lakukan Tes Kadar Gula Darah Periodik

Untuk mengetahui apakah Anda berpotensi kena penyakit diabetes, Anda perlu melakukan tes atau cek gula darah.

Ini sangat penting karena terkadang penyakit diabetes tidak menunjukkan adanya gejala. Atau ada gejala, tetapi kita tidak menyadari bahwa itu tanda tentang terjadinya sakit diabetes.

Cek gula darah merupakan cara yang tepat untuk mengetahui apakah tubuh kita sehat dan tidak ada tanda kena diabetes.

Jika dari hasil pemeriksaan diketahui kadar gula darah kita tinggi atau mendekati tinggi, maka kita bisa segera menurunkannya sampai kadar gula darah normal.

Cara menurunkan gula darah bisa dengan minum obat farmasi, obat herbal atau obat tradisional penurun gula darah.

Atau menghindari makanan minuman yang bisa menyebabkan gula darah tinggi. Bisa pula ditambah dengan olahraga. Ya, olahraga ringan saja seperti jalan kaki, jalan cepat, bersepeda, renang, jogging, dsb.

Jika hasil tes gula dah menunjukkan kadar gula darah Anda normal, maka Anda perlu tes gula darah lagi 3 tahun mendatang. Tetapi kalau Anda ternyata menderita diabetes, cek gula darah bisa lebih sering sesuai dengan kebutuhan.

Jika Anda punya alat cek gula darah sendiri, maka Anda bisa cek gula darah sendiri. Kamu bisa cek gula darah kapan saja dan di mana pun.

Tes gula darah terdiri dari tes gula darah sewaktu, tes gula darah puasa, tes toleransi glukosa, dan tes HbA1C (glycated haemoglobin test).

Jika Anda dalam kondisi sehat atau tidak menderita diabetes, ambil tes gula darah sewaktu dan tes gula darah puasa cukup memadai.

Tes gula darah hanya untuk memastikan bahwa tubuh kita benar-benar sehat dan tidak punya gula darah tinggi. Seumpama ada perubahan, ya perubahannya tidak banyak.

Perubahan naik atau turun, tetapi masih dalam kisaran angka gula darah normal.

Mereka yang Perlu Periksa Gula Darah Rutin

Mereka yang sangat dianjurkan untuk periksa gula darah rutin (periodik) adalah mereka yang berisiko kena diabetes, yakni:

  • Mereka yang berumur di atas 45 tahun.
  • Wanita yang pernah menderita diabetes gestasional ketika hamil.
  • Mereka yang punya indeks massa tubuh (BMI) di atas 25.
  • Anda yang pernah dinyatakan menderita prediabetes. Yakni, kadar gula darahnya cukup tinggi mendekati angka penderita gula darah tinggi.

Hindari Makanan Pantangan untuk Diabetes

Salah satu cara mengatasi penyakit diabetes adalah menghindari makanan pantangan untuk penderita diabetes.

Untuk menurunkan gula darah yang tinggi atau menjaga supaya kadar gula darah tetap normal, Anda harus menghindari makanan penyebab diabetes.

Itulah salah satu cara mengatasi penyakit diabetes. Yakni menghindari makanan pantangan diabetes.

Makanan apa saja yang harus Anda hindari? Ketika gula darah telah normal, Anda boleh mengonsumsi pantangan makanan diabetes tetapi tidak tiap hari dan jumlahnya terbatas.

Makanan pantangan diabetes yang harus Anda hindari antara lain:

1. Minuman Makanan dengan Gula Berlebih

Minuman teh, minuman kopi, soda kaleng dan botol adalah contoh minuman dengan gula berlebih. Anda sebaiknya menghindari minuman-minuman itu.

Minuman sangat manis bisa meningkatkan risiko kena diabetes. Maka, Anda yang sekarang hobinya mengonsumsi minuman sangat manis, perlu hari-hati.

Minuman manis juga mengandung fruktosa, zat yang bisa meningkatkan insulin dan diabetes. Selain itu, minuman manis dengan kadar fruktosa yang tinggi bisa menaikkan lemak di perut, kolesterol dn trigliserida.

2. Makanan yang Mengandung Lemak Trans

Lemak trans bisa Anda dapatkan di dalam margarin, selai kacang, creamer, gorengan, biskuit, muffin (roti manis, bolu) dan makanan panggang lainnya. Diberi lemak trans agar makanan-makanan itu lebih awet.

Tetapi efeknya secara tidak langsung bisa menaikkan gula darah dalam tubuh. Tidak hanya berisiko sakit diabetes. Penderita diabetes bisa terkena penyakit lain, yakni sakit jantung.

3. Roti Putih, Pasta dan Nasi

Mengonsumsi roti putih, nasi dan pasta juga terbukti menaikkan kadar gula darah secara nyata. Baik untuk penderita diabetes tipe 2 ataupun tipe 1.

4. Sereal Manis

Sereal juga harus Anda hindari. Mengapa? Sebagian besar sereal mengandung banyak karbohidrat. Di sisi lain, sereal hanya mengandung sedikit protein.

Padahal, protein merupakan nutrisi yang mengakibatkan Anda merasa kenyang dan kadar gula darah jadi stabil di siang hari. Baca lengkap: Hindari 24 Pantangan Makanan untuk Diabetes.

Cara Mengatasi Diabetes Melitus

Berikut cara mengatasi diabetes melitus, antara lain:

1. Memperbanyak konsumsi buah, sayur, protein dari biji-bijian. Misalnya nasi merah, kentang panggang, oatmeal, roti dan sereal dari biji-bijian utuh. Jika bikin jus buah jangan diberi gula.

2. Mengonsumsi makanan rendah kalori dan lemak.

3. Melakukan olahraga secara rutin. Paling tidak melakukan olahraga selama 10-30 menit tiap hari.

4. Melakukan terapi insulin untuk mengatur gula darah sehari-hari melalui penyuntikan.

5. Minum obat penurun produksi glukosa dari hati.

6. Minum obat penjaga kadar glukosa biar gula darah tidak tinggi setelah makan.

7. Selalu menjalankan pola makan sehat agar gula darah tetap normal.

8. Lakukan tes HbA1C untuk memantau kadar gula darah selama 2 – 3 bulan terakhir.

Penutup

Diabetes adalah penyakit sepanjang hidup. Artinya, jika Anda punya penyakit diabetes, maka Anda harus terus-menerus menjaga supaya kadar gula darah tidak naik sepanjang hidup.

Meskipun suatu saat gula darah Anda dinyatakan normal, Anda tetap harus berusaha mempertahankan agar gula darah tidak kembali naik.

Jika Anda lalai, mengonsumsi makanan pantangan seperti makanan minuman manis misalnya, maka penyakit diabetes bisa kembali kambuh. Gula darah kembali naik.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *
Email *
Website