Bagaimana Cara Puasa Saat Hamil Trimester Pertama

Diposting pada

Banyak Bunda yang sekarang sedang hamil muda bertanya-tanya, apakah dalam bulan Ramadhan ini mereka juga diwajibkan berpuasa? Bagaimana dengan kesehatan calon bayinya yang masih rentan karena usia muda?

Pertanyaan demikian tentu layak diajukan. Sebab, semua Bunda yang sekarang sedang hamil muda ingin calon bayinya tetap sehat sehingga bisa tumbuh dengan baik.

Apalagi, di luar negeri ada penelitian yang hasilnya menyebutkan bayi yang dilahirkan dari Bunda yang berpuasa cenderung memiliki lebih kecil atau lahir di bawah berat badan normal. Selain itu, bayinya nanti tumbuh kurang cerdas.

Tetapi, di sisi lain Bunda umumnya tetap ingin menunaikan ibadah puasa di bulan yang penuh berkah ini. Yang mereka inginkan tentu saja bisa menjalani puasa dengan baik, tetapi calon bayinya juga selalu tumbuh sehat.

Hindari Risiko Terburuk dari Puasa bagi Ibu Hamil Trimester Pertama

puasa saat hamil trimester pertama

Tentu saja, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan Anda dan calon bayi dalam kandungan. Dari hasil pemeriksaan akan diketahui bahwa Anda bisa menjalankan puasa atau tidak.

Lain halnya ketika calon bayi sudah memasuki usia trimester kedua. Kondisi kesehatannya sudah lebih kuat dibandingkan dengan calon bayi usia trimester pertama.

Risiko terburuk bagi janin yang masih dalam usia tiga bulan pertama (trimester pertama) di mana Bunda berpuasa adalah keguguran. Maka, pemeriksaan dokter sangat diperlukan sebelum Bunda memutuskan untuk berpuasa.

Jika hasil pemeriksaan dokter menyatakan Anda boleh puasa, maka jalani puasa dengan tetap memperharikan kesehatan Anda dan si janin dalam kandungan.

Kebutuhan gizi harus dipenuhi dengan baik. Yaitu, 50% karbohidrat, 25% protein, 10-15% lemak sehat, ditambah vitamin dan mineral.

Selain itu, Bunda harus rutin periksa kesehatan. Baik kesehatan Bunda ataupun si calon bayi. Dengan cara ini, Bunda bisa selalu menjaga kesehatan diri sendiri dan kesehatan di calon bayi.

Perhatikan menu berbuka dan sahur. Menu terbaik untuk Bunda konsumsi selama puasa biar si janin tetap sehat adalah kurma, bayam, salmon, brokoli, kangkung, dan ayam.

Makanan Sehat Waktu Sahur: Daging dan Vitamin C

Tidak hanya bagi ibu hamil muda. Makan sahur sangat penting bagi siapa pun yang menjalan puasa, termasuk piasa Ramadhan. Makan sahur akan membuat Anda bertenaga di siang harinya sehingga bisa beraktivitas seperti hari-hari sebelumnya.

Ketika makan sahur, Anda harus memilih makanan yang mengandung protein dan lemak. Makanan yang demikian akan membuat Anda tidak cepat merasa lapar. Anda tetap nyaman beraktivitas.

Misalnya sering mengonsumsi daging. Sebab, daging mengandung kalori dan protein yang tinggi. Selain itu bisa menyimpan lebih lama didalam tubuh.

Sebaliknya, jangan mengonsumsi makanan minuman rasa manis. Tubuh akan cepat lemas dan lapar.

Perbanyak konsumsi makanan kaya vitamin C. Tujuannya supaya vitalitas tubuh terjaga.
Perbanyak juga minum air putih ketila waktu ketika waktu sahur habis.

Makanan Sehat Waktu Berbuka: Minuman Manis dan Hangat

Ketika berpuasa di siang hari, gula darah turun. Tidak hanya Bunda yang hamil muda. Semua orang yang berpuasa gula darahnya turun.

Maka, ketika berbuka puasa sebaiknya Bunda minum hangat dan manis. Hanya saja, jangan terlalu manis. Manisnya sedang-sedang saja. Ini membuat gula darah Bunda kembali naik.

Selain minuman jangan terlalu, juga hindari minuman dingis seperti minuman es. Minuman dingin bisa mengganggu kesehatan lambung.

Lanjutkan dengan makanan yang mengandung karbohidrat simpleks. Misalnya buah kurma dan kolak apa saja.

Jika bisa, shalat magrib dulu dan baru mengonsumsi makanan besar. Tetapi, makannya jangan berlebihan. Shalat tarawih pun menjadi ringan.

Silakan mengonsumsi makanan ringan dan minuman hangat sebelum tidur. Ini sangat penting bagi Bunda yang hamil yang harus menyiapkan produksi ASI.

Puasa Harus Dihentikan jika Bunda Mengalami Hal-hal Berikut

Bunda sebaiknya menghentikan puasa jika terjadi hal-hal seperti itu berikut:

  1. Bunda muntah-muntah lebih dari 3 kali dalam sehari.
  2. Terjadi diare yang diikuti perut mulas dan melilit
  3. Mengalami mimisan akibat pembuluh darah pecah
  4. Badan terasa lemas, pusing dengan mata berkunang-kunang
  5. Bekeringat dingin tanda fisik Bunda tidak mampu melanjutkan puasa.

Penutup

Puasa Ramadhan adalah wajib hukumnya bagi setiap muslim. Tetapi, jika ada alasan khusus yang membuat puasa justru mendatangkan madlarat (bahaya), maka kewajiban puasa bisa ditunda.

Diantara kemadlaratan itu adalah Bunda yang hamil dalam kondisi tidak sehat. Maka, konsultasi dengan dokter untuk memastikan kesehatan Bunda dan bayi yang dikandungnya sangat penting.