Sakit Kepala Bagian Belakang akibat Terlalu Lama di Depan Komputer

Diposting pada
Terima Kasih untuk Berbagi

SAKIT kepala bagian belakang – Pernah menderita sakit kepala bagian belakang (tengkuk)? Saya kira, kebanyakan orang pernah merasakan sakit seperti itu. Saya pun pernah beberapa kali menderita sakit di tengkuk. Tetapi, yang ingin saya ceritakan ini tidak seperti sakit kepala biasanya. Sakit kepala yang ini timbul tenggelam. Sampai 2 minggu lebih tidak sembuh juga. Siapa yang tidak jengkel?

Apalagi kalau sakit muncul, saya terpaksa harus istirahat. Tidak bisa pergi kemana-mana. Khawatir sakit tambah parah.

Pada mulanya saya mengira bahwa sakit kepala belakang yang saya alami akibat tensi darah saya naik. Sebab, sebelum tengkuk terasa sakit, saya makan siang dengan kuah berbahan santan kelapa.

Sebenarnya, saya sudah beberapa kali mengalami tensi darah naik setelah mengonsumsi santan kelapa. Saya pun sudah berusaha menghindarinya. Tetapi, terkadang lupa. Terutama ketika makan di luar rumah. Saya tidak memperhatikan apakah masakannya menggunakan santan atau tidak.

Apalagi, makan karena dijamu saat berkunjung ke rumah saudara, famili atau teman seperti yang terjadi awal bulan September 2018 lalu. Maka, saya segera periksa dokter. Tensi saya memang naik sampai 175/90 mmHg. Saya diberi obat penurun tensi darah dan penghilang sakit kepala bagian belakang (tengkuk).

Banyak Penyebab Terjadinya Sakit Kepala Bagian Belakang

Kedua tablet saya minum rutin sesuai dengan petunjuk dokter. Eh, sakit tengkuk belum juga hilang. Sakitnya timbul tenggelam. Kadang saya merasa tengkuk tidak sakit alias sehat. Saya pun beraktivitas seperti biasa.

Tetapi, tiba-tiba sakit kepala belakang muncul lagi. Bahkan, membuat saya harus istirahat di tempat tidur.

Setelah terjadi beberapa kali, saya pun bertanya-tanya, apakah kolesterol saya kembali naik? Kalau hanya masalah darah tinggi, saya yakin tidak. Sebab, saya sudah sangat hapal dengan khasiat obat yang diberikan oleh dokter karena obat tidak pernah berganti. Maka, saya pun bertanya, mungkinkah ini akibat kolesterol saya naik tinggi?

Saya bertanya demikian karena saya pernah kena kolesterol tinggi sampai 253 mg/dl. Akhirnya saya cek kolesterol di laboratorium kesehatan.

 

sakit kepala bagian belakang

(foto:tios-trik-hidupsehat.blogspot.com)

Bagaimana hasilnya? Ternyata, hasilnya negatif. Kadar kolesterol saya hanya 153 mg/dl berarti kolesterol saya normal. Saya tidak menderita sakit kolesterol.

Tetapi, mengapa sakit tengkuk belum juga sembuh? Apa penyebab sakit tengkuk atau sakit kepala bagian belakang?

Sakit kepala memang hanya gejala. Adapun penyebabnya banyak. Karena itu, jika Anda menderita sakit kepala belakang dan sudah diobati sesuai dengan kebiasaan Anda atau resep dokter tetapi tidak segera sembuh, coba teliti penyebabnya.

Jika sudah diketahui penyebabnya, Anda baru bisa mengobati sakitnya sesuai dengan penyebabnya.

Saya punya adik ipar. Usia 53 tahun. Pernah beberapa kali menderita sakit leher belakang. Tiap kali rasa sakit muncul, ia undang tukang pijat. Habis dipijat, rasa sakit hilang. Tetapi beberapa hari kemudian, sakit tengkuk muncul lagi.

Akhirnya dia datang ke puskesmas. Setelah dicek, ternyata dia menderita kolesterol tinggi sampai 285 mg/dl. Bahkan, akibat kolesterol tinggi, ia juga menderita sakit jantung. Ia pun harus masuk rumah sakit untuk pengobatan sakit jantung dan kolesterol.

Harus Beristirahat Cukup, Banyak Minum Air Putih dan Rajin Berolahraga

Bagaimana dengan sakit kepala belakang yang saya derita?

Dari beberapa penyebab, saya menduga itu terjadi karena saya suka bekerja di depan komputer sampai berjam-jam tiap hari.

Tidak hanya siang hari, tetapi juga malam hari. Meskipun saya tidak merasa lelah, tetapi itu cara hidup yang tidak sehat. Atau cara kerja yang bisa menjadi penyebab sakit kepala belakang.

Cara kerja dengan berjam-jam di depan komputer/laptop tanpa istirahat bisa membuat otot sendi (muscle pain/mialgia) menderita. Saya memang suka kerja di depan komputer seharian. Saya tidak pernah tidur siang. Hanya istirahat untuk makan siang dan shalat dhuhur sekitar 1 jam. Malamnya juga sering kerja sampai larut.

Ya, akhirnya saya harus mengubah cara hidup. Kerja di depan komputer jangan terus-menerus. Harus ada waktu istirahat yang cukup. Demikian pula waktu tidur. Paling tidak harus tidur 7 jam per hari. Tidak tidur terlalu malam.

Setelah perubahan pola hidup saya jalani, secara bertahap sakit di leher belakang mulai berkurang. Bahkan akhirnya sembuh total. Alhamdulillah, saya bisa kembali melakukan aktivitas seperti biasa. Hanya saja, saya harus menambah waktu istirahat hingga cukup.

Selain itu, saya harus minum air putih dalam jumlah yang banyak. Setidaknya 8 – 10 gelas per hari. Ini bisa membantu mengurai penyakit kepala bagian belakang.

Olahraga atau senam juga sangat penting untuk menjaga supaya tubuh selalu sehat. Peredaran darah dalam tubuh bisa berjalan lancar sehingga tidak ada organ tubuh yang mengalami kekurangan pasokan darah.

Jika Anda menderita sakit kepala yang sulit sembuh, sebaiknya Anda kunjungi dokter. Dokter akan meneliti penyebabnya lebih rinci (detail) dan baru menentukan pengobatannya.

Penutup

Sakit kepala bagian belakang (tengkuk) baru gejala. Penyebabnya banyak. Misalnya akibat tensi darah naik, kolesterol tinggi, penyakit mata, pengaruh penggunaan obat tertentu, migrain, dsb.

Jika Anda mengobati dengan minum obat tertentu belum juga sembuh, maka pastikan dulu penyebabnya. Mungkin penyebabnya tidak seperti dugaan Anda. Bahkan dugaan dokter. Setelah dicari penyebab yang akurat, baru ditentukan pengobatannya.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda semua. (Penulis: Sudarto).