Tak Ada Anak Sekolah Kena Corona – Sekolah Bisa Dibuka Lagi?

Diposting pada

Tanpadiabetes.com.Berita – Ini kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Kata dia, di Jawa Barat tidak ada anak sekolah kena corona (covid-19). Ini menandakan bahwa anak-anak paling disiplin menerapkan aturan saat kebijakan belajar dari rumah diberlakukan.

Meskipun demikian, lanjut dia, jika sekolah akan dibuka kembali, maka perlu disiapkan panduan tentang penyesuaian dengan normal baru (new normal) menghadapi covid-19. Ini sangat penting untuk mencegah terjadinya penularan penyakit akibat virus corona (covid-19).

Baca – 6 Cara Makan di Restoran Setelah Diberlakukan New Normal

Tetapi, kapan sekolah akan dibuka lagi, Ridwan Kamil menyatakan masih menunggu keputusan pemerintah pusat. Meski demikian, pihaknya sedang merumuskan aturannya.

Tempat Duduk Murid Harus Berjarak 1 – 1,5 Meter

tak ada anak sekolah kena corona

satu bangku satu anak, ideal untuk cegah covid-19. tapi ini hanya ada saat ujian.

Hal-hal yang perlu diatur untuk menerapkan new normal dalam penyelenggaraan pendidikan, menurut Ridwan Kamil, misalnya jumlah siswa atau murid dalam satu kelas.

Jika dalam kondisi normal satu kelas berisi 36 anak, maka pada era new normal, jumlah anak perlu dikurangi. Sebab, tempat duduk mereka tidak boleh berdekatan seperti pada saat kondisi normal.

Tempat duduk anak-anak harus berjarak antara satu siswa dengan siswa lainnya, 1 – 1,5 meter. Ini berarti perlu penambahan jumlah meja dan tempat duduk anak.

Itu adalah salah satu contoh masalah teknis penyelenggaraan pendidikan di sekolah selama masa pandemi covid-19. Selain itu, para gugu, murid dan tenaga lain harus selalu menerapkan aturan (protokol) kesehatan.

Misalnya, murid dan guru harus selalu menjaga jarak tidak hanya di tempat duduk tetapi juga saat istirahat, bermain dan melakukan aktivitas lain. Anak tidak perlu pakai masker.

Baca – Hati-hati dengan Penderita Covid-19 Yang Tampak Sehat

Semua memerlukan aturan yang rinci supaya anak-anak tetap sehat. Mereka tidak tertular virus di sekolah. Yang lebih penting lagi adalah saat mereka sudah pulang dari sekolah. Anak harus menjaga diri agar selalu sehat, tidak kena penularan virus dari orang lain.

Gugus Tugas: Rata-rata Penderita Covid-19 Usia 50 Tahun Keatas

Menurut Ridwan Kamil. meskipun pihaknya belum merinci aturan new normal untuk penyelenggaraan pendidikan, tetapi kembali ke sekolah harus dilakukan dengan memperhatikan status kewaspadaan.

“Aturan untuk kembali ke sekolah masih dirumuskan. Yang pasti ada waktunya anak-anak kembali ke sekolah,” jelasnya.

Dari data yang disampaikan oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, di wilayahnya tak ada anak sekolah kena corona atau tertular Covid-19.

“Yang terkena covid-19 rata-rata 50 tahun ke atas. Nanti kita harus mengatur rasio siswa di kelas jadi lebih sedikit,” ujarnya.

Baca – Penerapan New Normal Covid-19 di Jawa Barat Mulai 1 Juni 2020

Dia berharap pada awal Juli 2020 sudah ada protokol baru untuk pendidikan yang akan diterapkan.

Anak Kena Covid-19 Akibat Tertular dari Orang Tuanya

Kalau toh ada anak kena covid-19 (virus corona), itu akibat tertular dari orang tuanya. Pernah Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 mengumumkan adanya anak balita kena virus ini akibat tertular dari orang tuanya.

Maka, orang tua yang punya anak kecil atau anak yang masih duduk di bangku sekolah perlu hati-hati. Jika bisa jangan menderita sakit akibat virus corona dengan cara mematuhi aturan kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak sosial dan selalu mencuci tangan pakai sabun.

Yang jelas, jika ada anak menderita sakit akibat virus corona, jumlahnya sangat sedikit. Dalam jurnal kesehatan yang dipublikasikan oleh JAMA, virus ini paling banyak menyerang orang berusia 49-56 tahun.

Selain itu, sakit yang dialami anak akibat covid-19 lebih ringan daripada yang dialami oleh orang dewasa. Kebanyakan pasien yang akhirnya meninggal karena punya penyakit lain atau penyakit penyerta.

Misalnya, sebelum kena virus corona, dia telah punya penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung, kolesterol tinggi, dsb.

Tetapi untuk menghindarkan anak dari virus ini, orang tua harus menjaga diri jangan sampai kena covid-19. Orang tua harus memberi contoh hidup sehat.

Baca – 6 Urutan Gerakan Fitness Untuk Para Pemula

Pakai masker, sering cuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak sosial.

Anak Dibiasakan Cuci Tangan dan Pakai Masker Ketika Keluar Rumah

Sebagai tindakan pencegahan agar tidak tertular covid-19, anak sebaiknya sejak dini dibiasakan untuk sering cuci tangan dengan sabun. Terutama saat pulang dari bepergian, pulang dari bermain, pulang dari sekolah, dsb.

Sebelum mengambil makanan, termasuk makanan kecil, anak harus cuci tangan dulu dengan sabun. Hindarkan dari orang yang sakit, orang batuk dan bersin.

Cucilah mainan anak yang sering digunakan bermain. Orang tua jangan sering mencium anak atau menyentuh wajahnya.

Baca – Biskuit Regal Untuk Menyembuhkan Sakit Asam Lambung

Ketika pulang dari kerja, orang tua jangan langsung menyentuh anak, tetapi cuci tangan dulu atau mandi dulu dan berganti pakaian.

Jangan ajak anak ke kerumunan banyak orang atau tempat keramaian seperti ke pasar. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda semua.

Demikian artikel mengenai tak ada anak sekolah kena corona. Semoga semua anak-anak Anda sehat dan tidak kena covid-19.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *